Bagaimana Mekanisme Proses Mendengar pada Telinga?

Pendengaran merupakan suatu kemampuan untuk dapat mengenali suara. Pada manusia dan hewan-hewan yang bertulang belakang, pendengaran dilakukan oleh sistem pendengaran yang terdiri atas beberapa organ yaitu organ telinga, saraf pendengaran, dan otak. Lalu bagaimana proses gelombang suara dapat diterima oleh otak sebagai suatu infomasi? Inilah mekanisme proses mendengar pada telinga yang sebaiknya Anda ketahui. Mari simak Penjelasan dari AQM Hearing center.

Penjelasan Mekanisme Proses Mendengar pada Telinga

1. Pada Telinga Bagian Luar

Telinga bagian luar terdiri atas 2 bagian yaitu daun telinga (pinna) dan saluran atau lubang telinga. Proses mendengar diawali dengan adanya gelombang bunyi yang berasal dari sumber bunyi ditangkap oleh telinga bagian luar yaitu daun telinga yang memiliki desain khusus untuk mengumpulkan gelombang bunyi tersebut. Gelombang bunyi yang telah terkumpul akan memasuki lubang telinga dan menggetarkan gendang telinga atau membran timpani. Gendang telinga merupakan pemisah antara telinga bagian luar dan bagian tengah.

proses telinga mendengar

2. Pada Telinga Bagian Tengah

Pada telinga bagian tengah terdapat tiga tulang pendengaran kecil (osikel) yaitu malleus, incus, dan stapes yang berfungsi untuk merambatkan bunyi dari gendang telinga menuju ke tingkap jorong dan menggetarkan cairan limfe di koklea yang berada di telinga bagian dalam. Getaran cairan limfe juga menggerakkan tingkap bulat agar bergerak keluar masuk untuk menyesuaikan tekanan dalam telinga agar sama dengan tekanan luar sehingga suara dapat dihantarkan dengan baik ke telinga bagian dalam.

Bunyi mengalami perlemahan ketika melewati medium cair pada telinga bagian dalam setelah melewati medium udara. Gendang telinga dan tiga tulang pendengaran akan membantu meningkatkan kekuatan getaran bunyi hingga 20 kali lipat. Dikarenakan perlu kekuatan lebih untuk menggetarkan medium cair daripada medium udara agar dapat menghasilkan gelombang dengan frekuensi yang sama.

Baca Juga :  4 Cara Menjaga Kualitas Pendengaran Anda|Alat Bantu Dengar

Peningkatan kekuatan pada gendang telinga dan tiga tulang pendengaran terjadi dalam 2 mekanisme. Pertama, karena luas permukaan gendang telinga lebih besar daripada luas permukaan “oval window” atau suatu permukaan yang disentuh oleh tulang pendengaran kecil yang terakhir pada telinga bagian dalam. Hal ini berkaitan dengan hukum tekanan yaitu berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas area permukaan. Kedua, karena mekanisme pengungkit yang dilakukan oleh tiga tulang pendengaran memberikan keuntungan mekanik yang cukup besar sehingga frekuensi getaran yang dihasilkan akan lebih besar.

3. Telinga Bagian Dalam

Getaran dari oval window akan diteruskan menuju telinga bagian dalam yang berupa koklea atau rumah siput. Di dalam koklea terdapat organ korti yang berisi sel rambut (hair cells). Sel rambut ini berfungsi sebagai reseptor untuk menangkap gelombang bunyi dengan berbagai frekuensi. Bunyi dengan frekuensi tinggi akan ditangkap oleh sel rambut pada bagian pangkal koklea. Selanjutnya bunyi dengan frekuensi rendah akan ditangkap oleh sel rambut pada ujung koklea. Sel rambut ini berfungsi sebagai reseptor bunyi yang akan menangkap dan mengolah informasi bunyi.

Selanjutnya informasi tersebut akan dihantarkan menuju otak oleh saraf pendengaran berupa sinyal atau impuls listrik. Nantinya otak merespon sebagai suatu informasi suara. Dengan begitulah kita dapat mendengar suara. Proses ini tentunya berjalan dengan sangat cepat di dalam telinga.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah memahami proses mendengar dari adanya gelombang suara yang masuk ke telinga sampai diterima oleh reseptor otak sebagai sebuah informasi. Sungguh menakjubkan ya nikmat Tuhan ini. Oleh karena itu sebaiknya alat-alat pendengaran harus dijaga dengan baik untuk menghindari adanya gangguan pendengaran ataupun penyakit telinga dan proses pendengaran tetap berjalan dengan semestinya.

Baca Juga :  Apakah Alat Bantu Dengar Tepat Untuk Anda?

Jika sudah terlanjur mengalami gangguan pendengaran, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter THT dan menggunakan alat bantu dengar agar proses berkomunikasi dapat berjalan dengan lancar kembali serta agar gangguan pendengaran tidak semakin parah. Apabila gangguan pendengaran sudah sangat parah dan tidak dapat dibantu dengan alat bantu dengar maka sebaiknya Anda melakukan implan koklea.

AQM Hearing Center Jakarta yang merupakan distributor alat bantu dengar menyediakan berbagai macam tipe alat bantu dengar yang anda butuhkan. Anda dapat membelinya melalui beberapa marketplace atau juga melalui webstore kami di AQM-Hearingcenter.com .