Mengenal Gendang Telinga dan Fungsinya

penurunan kemampuan pendengaran

Telinga memiliki beberapa bagian penting yang fungsinya saling berkaitan satu sama lain. Membran timpani atau yang biasa kita kenal sebagai gendang telinga merupakan salah satu bagian yang penting dari telinga. Namun apabila bagian ini terganggu, maka aktivitas pendengaran juga ikut terganggu. Umumnya, manusia memiliki satu gendang telinga pada tiap sisi masing-masing telinga kanan dan telinga kiri.

Gendang telinga merupakan suatu selaput atau membran tipis sebagai pemisah antara telinga bagian luar dan telinga bagian tengah. Letaknya berada di ujung saluran telinga dan terlihat seperti kerucut pipih dengan ujung yang pendek (apex) mengarah ke dalam. Selaput tipis ini berwarna keabuan dan lentur atau tidak mudah robek. Umumnya berbentuk bulat dengan diameter 8-10 mm, ketebalannya sekitar 0,1 mm, dan beratnya sekitar 14 mg. Membran timpani ditahan di tempat oleh cincin tulang rawan yang tebal, keras, namun fleksibel. Membran ini disuplai dengan baik oleh pembuluh darah dan terdapat serabut saraf sensorik sehingga membuatnya sangat peka terhadap rasa sakit.

Fungsi Gendang Telinga

anatomi telinga
anatomi telinga manusia

Gendang telinga mendukung fungsi telinga secara keseluruhan yaitu sebagai indera pendengaran dan alat keseimbangan tubuh. Secara umum, gendang telinga memiliki fungsi yaitu menangkap getaran suara yang masuk ke lubang telinga dengan cara mekanik yaitu bergetar kemudian meneruskannya menuju ke tulang-tulang pendengaran (ossicles) yang berada di telinga bagian tengah hingga akhirnya sampai ke telinga bagian dalam dan ditransmisikan menuju otak untuk diproses menjadi informasi suara.

Gendang telinga juga berfungsi sebagai tameng untuk mencegah partikel asing berbahaya yang masuk ke telinga, memisahkan telinga bagian luar dan tengah sehingga jika partikel itu masuk ke saluran telinga akan tertahan dan tidak akan masuk lebih dalam lagi ke telinga.

Baca Juga :  Kenali Jenis Alat Bantu Dengar

Fungsi penting lainnya adalah membentuk kejernihan suara, terbentuk dari selaput tipis yang didalamnya terdiri atas beberapa jaringan. Bentuk dari gendang telinga ini memiliki fungsi untuk menyaring gelombang suara yang masuk agar terdengar jelas dan jernih.

Bagian Gendang Telinga

Gendang telinga terdiri atas 2 bagian, yaitu Pars Flaksida dan Pars Tensa yang merupakan bagian yang berada pada bagian atas dimana posisinya lebih tinggi dari cekungan maleus. Pars Flaksida memiliki 2 lapisan yang tengahnya tidak memiliki jaringan ikat.

Pars Tensa memiliki 3 lapisan yaitu: lapisan luar yang tersusun oleh lapisan epidermis, lapisan tengah yang tersusun oleh lapisan fibrosa yang melekat pada tangkai maleus, serta lapisan dalam yang tersusun atas lapisan mukosa. Hampir semua bagian gendang telinga merupakan Pars Tensa.

Gangguan Pada Gendang Telinga

Apabila tidak dijaga dengan baik gendang telinga mungkin akan mengalami kerobekan (perforasi) yang akan mengganggu proses pendengaran. Beberapa gangguan pendengaran anatara lainnya infeksi telinga, otitis media, barotrauma, cidera akibat traumatis, serta trauma akustik. Untuk menghindari adanya gangguan pendengaran maka gendang telinga harus dirawat dengan baik dan tidak sembarangan.

Cara Membersihkannya

Fungsinya sebagai penahan partikel asing berbahaya yang masuk ke telinga, tentunya dapat membuatnya menjadi kotor. Apabila tidak dibersihkan maka kotoran tersebut lama kelamaan akan menumpuk dan mengeras sehingga malah menyumbat telinga dan menyebabkan timbulnya gangguan pendengaran ataupun penyakit telinga serius. Namun, apabila tidak berhati-hati dalam membersihkannya juga rawan untuk robek. Hal ini terutama terjadi ketika membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Lalu bagaimana cara membersihkannya agar aman dari resiko cidera?

Cara merawatnya adalah dengan menggunakan kain basah untuk membersihkan bagian luar hingga bagian depan lubang telinga. Apabila terdapat serumen (kotoran telinga) sebaiknya ditetesi dengan cairan pelunak serumen. Kemudian beberapa saat baru setelah itu dibersihkan dengan hati-hati. Cairan pelunak serumen ini umumnya menggunakan gliserin.

Baca Juga :  Service Alat Bantu Dengar Tangerang

Cara lain yaitu dapat dengan memasukkan air hangat atau cairan saline ke dalam lubang telinga untuk mengeluarkan kotoran dengan menggunakan pipet atau suntikan tanpa menggunakan jarum lalu menyemprotkan air tersebut ke lubang telinga.

Wah ternyata hebat juga ya si kecil ini, walaupun bentuknya hanya selaput tipis yang kecil namun tugasnya sungguh luar biasa dan kuat. Namun apabila mengalami perlakuan yang kurang baik akan mengalami kerobekan (perforasi). Perforasi menyebabkan sulit untuk mendengar. Perlu alat bantu dengar yang akan menaikkan frekuensi atau volume suara sehingga suara akan dapat terdengar. Alat bantu dengar kini sudah banyak di pasaran dengan jenis yang berbeda-beda tergantung pada usia pengguna dan tingkat keparahan gangguan pendengaran. Bagi anda yang sedang mencari alat bantu dengar yang berkualitas anda dapat mengunjungi toko AQM Hearing Center Jakarta. Bagi anda yangg tidak ingin repot repot juga bisa membeli melalui beberapa marketplace kami atau melalui webstore kami di AQM-Hearingcenter.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.