Fungsi Telinga Untuk Manusia

fungsi telinga untuk manusia

Setiap organ yang ada pada tubuh manusia tentu memiliki fungsi masing-masing. Salah satu organ yang ada pada tubuh manusia dan memiliki peranan yang cukup penting adalah telinga. Telinga ialah organ pendengaran yang memiliki fungsi untuk menangkap serta mengubah bunyi yang tadinya energy mekanis menjadi energy elektris. Perubahan ini dilakukan dengan sangat efisien kemudian biasanya akan diteruskan ke otak untuk dipahami, sadari lalu dimengerti. Organ telinga ini memiliki reseptor yang bersifat khusus untuk mengenali sebuah getaran bunyi. Yuk, simak ulasan berikut bersama Hearing Center Jakarta untuk memahami fungsi telinga untuk manusia secara lebih jauh!

Bagian-Bagian Telinga

Telinga manusia memiliki tiga bagian dengan fungsinya masing-masing. Berikut ini merupakan penjelasan telinga berdasarkan bagiannya:

a.       Telinga Bagian Luar

Bagian telinga pertama ialah bagian luar. Telinga yang berada di luar ini terdiri dari daun telinga serta bagian rongga telinga yang menjadi batas dengan telinga bagian dalamnya. Daun telinga atau biasa disebut pinna ini merupakan bagian telinga yang paling terlihat dari luar. Ketika seseorang menyebut “telinga” maka biasanya tujuan dari penyebutannya adalah daun telinga itu sendiri. Adapun fungsinya ialah untuk memusatkan adanya gelombang suara yang masuk di bagian saluran telinga luar. Rongga yang ada pada telinga luar ini biasanya memiliki lapisan berupa rambut kemudian terdapat pula kelenjar yang biasanya mengeluarkan zat lilin. Zat tersebut digunakan untuk merekatkan kotoran sehingga kotoran tersebut dapat mencegah air serta benda asing lainnya.

b.      Telinga Bagian Tengah

Telinga yang ada di bagian tengah biasanya berisi udara yang berguna untuk menjaga tekanan udara agar tetap seimbang. Adapun ruang telinga tengah ini memiliki hubungan dengan membrane timpani. Membran timpani ialah organ pada telinga dalam bahasa Indonesia adalah gendang telinga. Pada telinga bagian tengah terdapat juga saluran eustachius serta 3 tulang pendengaran lainnya.

Baca Juga :  Pengertian Tuna Rungu: Tuna Rungu dan Tuli Ternyata Berbeda

Setiap bagian tersebut tentu memiliki fungsi masing-masing. Gendang telinga ialah organ sebagai batas antara telinga luar dengan telinga bagian dalam yang berfungsi untuk menerima getaran suara dari luar. Getaran suara ini dapat tersalurkan hanya melalui rongga telinga. Selanjutnya, terdapat organ bernama Tuba eustachius yang merupakan saluran sebagai penghubung telinga tengah dengan telinga rongga faring atau rongga mulut. Fungsi dari bagian ini adalah untuk menyamakan tekanan udara antara di telinga bagian dalam dengan tekanan udara yang berada di luar telinga. Jika organ ini dipenuhi dengan atau tersumbat dengan lendir seperti seseorang yang menderita salesma, biasanya tekanan udara yang ada di dalam telinga akan berbeda dengan tekanan udara yang berada di luar telinga. Perbedaan tekanan telinga ini bisa menyebabkan gendang telinga dari si penderita pecah.

Selanjutnya ialah fungsi dari 3 tulang kecil yaitu tulang yang bernama martil, (malleus), tulang landasan (incus) serta tulang sanggurdi atau stapes yang berada di dalam telinga tengah. Ketiga tulang kecil tersebut memiliki fungsi untuk melakukan transfer getaran suara yang berasal dari gendang telinga menuju telinga yang ada di bagian dalam.

c.       Telinga Bagian Dalam

Secara umum telinga bagian dalam memiliki fungsi untuk mengoperasikan indera yang berperan penting untuk keseimbangan tubuh serta bagian organ pendengaran lainnya. Telinga yang ada di bagian dalam seringkali di juluki seperti labirin karena ia memiliki bentung sangat kompleks. Terdapat dua bagian utama yang ada di telinga bagian dalam yaitu Kanal Semisirkularis yang memiliki 3 saluran setengah lingkaran.

Terdapat pula reseptor keseimbangan dari koklea atau rumah siput di mana di dalam reseptor tersebut terdapat suatu alat bernama kortil yang mengandung saraf pendengaran atau sebagai alat pendengaran.  Adapun cairan limfe yang berada di dalam koklea yang sering di sebut sebagai endolimfe sedangkan untuk yang ada di luar koklea cairannya disebut sebagai perilimfe.

Baca Juga :  14 Faktor Penyebab Telinga Mendengung (Tinnitus) dan Cara Mengatasinya

Itulah uraian mengenai fungsi telinga untuk manusia yang perlu anda ketahui. Selain informasi mengenai fungsi telinga, tim Hearing Center Jakarta juga akan memberikan informasi terkait beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi fungsi pendengaran seseorang. Berikut ini merupakan beberapa faktornya:

  1. Penuaan

Faktor pertama yang bisa mempengaruhi fungsi pendengaran seseorang adalah faktor usia. Usia yang semakin menua tentu akan mempengaruhi fungsi dari seluruh organ tubuhnya sehingga akan menjadi sangat wajar apabila ada orang tua yang memiliki pendengaran yang berkurang. Semakin lama ia hidurp di dunia, tentu ia sudah semakin banyak terpapar oleh suara dan kebisingan. Belum lagi obat-obatan serta masalah kesehatan lain yang semakin besar. Hal tersebut juga akan berdampak pada kualitas sistem pendengarannya.

  1. Kerusakan Organ atau Trauma

Faktor yang kedua ialah adanya kerusakan pada organ telinganya. Contohnya ialah akibat penggunaan benda asing untuk membersihkan kotoran telinga hingga membuatnya terinfeksi. Tidak jarang, ada pula yang sampai menyebabkan gendang telinganya pecah.

  1. Pengaruh Obat

Seperti yang sudah di singgung pada poin pertama, bahwa obat juga berpengaruh terhadap kualitas pendengaran seseorang. Berbagai obat yang berfungsi untuk mengobati kanker, infeksi serta penyakit jantung memiliki efek samping yaitu dapat merusak pendengaran.

Bagaimana? Fungsi telinga yang begitu penting harus membuat kita semakin merawat telinga kita masing-masing dengan sangat baik bukan? Bagi anda yang membutuhkan jasa konsultasi pendengaran atau membutuhkan berbagai alat pendengaran, jangan ragu lagi untuk menghubungi tim Hearing Center Jakarta.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.