Anatomi Telinga dan Proses Pendengarannya

anatomi telinga

Salah satu indra yang berfungsi sebagai pendengaran adalah telinga. Sebagai indra pendengaran telinga sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Namun apakah anda mengetahui dari anatomi telinga sendiri? Dan apakah anda paham mengenai proses pendengaran atau suara yang dapat ditangkap oleh telinga? Berikut ini akan kita bahas mengenai anatomi telingahttps://aqm-hearingcenter.com/anatomi-telinga-dan-proses-pendengarannya/ dan proses pendengarannya. Mengapa kita harus bahas anatomi telinga terlebih dahulu? Karena dengan begitu anda akan memahami fungsi dari bagian-bagian telinga dan mengetahui proses pengolahan suara di dalam telinga. Selain telinga berfungsi untuk mendengarkan suara, telinga juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh sehingga tidak mudah terjatuh saat anda melakukan berbagai aktivitas. Nah di bawah ini hearing center depok akan menjelaskan lebih dalam mengenai anatomi telinga dan proses pendengarannya.

Bagian-bagian telinga dan fungsinya

Anatomi telinga terdiri dari tiga bagian yang memiliki struktur dan fungsi masing-masing dalam proses pendengarannya. Berikut ini adalah bagian-bagian telinga dan fungsinya:

Telinga Luar

Anatomi telinga bagian luar terdiri dari daun telinga (pinna) dan lubang telinga. Daun telinga ini berfungsi untuk mengumpulkan gelombang suara dari lingkungan sekitar dan menyalurkannya ke gendang telinga melalui lubang telinga. Sedangkan daun telinga sendiri berperan sebagai saluran yang menghubungkan antara telinga bagian luar dengan telingan bagian tengah.

Telinga Tengah

Anatomi telinga bagian tengah terdiri dari dua bagian yaitu osikel dan saluran eustachius. Osikel merupakan sekumpulan tulang yang berperan sebagai penyusun dari telinga bagian tengah. Terdapat tiga jenis tulang yang menjadi bagian dalam osikel yaitu:

  1. Tulang martil (malleus) yaitu tulang yang melekat di bagian gendang telinga
  2. Tulang landasan (incus) yaitu tulang yang berada di bagian tengah rangkaian tulang pendengaran telinga
  3. Tulang sanggurdi (stapes) yaitu tulang yang menjadi penghubung antara telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam
Baca Juga :  Layanan Home Visit Alat Bantu Dengar Jakarta

Selain dari ketiga tulang di atas ini, telinga bagian tengah juga dihubungkan dengan saluran eustachius yang terletak di ujung tenggorokan. Saluran ini berfungsi untuk menyalurkan lendir dari telinga tengah dan menjaga tekanan udara di telinga tengah.

Telinga Dalam

Anatomi telinga bagian dalam ini terdapat adanya koklea. Koklea yaitu organ yang memiliki saraf-saraf pendengaran. Koklea memiliki bentuk yang mirip dengan siput dan terdiri dari dua jenis cairan berupa endolymph dan perilymph. Area sekitra kolklea juga terdapat sel rambut halus yang berfungsi untuk mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik di saraf pendengaran. Selain untuk mendengar, telinga dalam juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Terdapat tiga saluran yang terletak di telinga bagian dalam, tepatnya di atas koklea. Saluran ini dipenuhi oleh cairan dan ribuan sel yang dinamakan sel rambut. Jadi ketika kepala anda bergerak, cairan dalam saluran ini keluar dan dapat menggerakkan sel rambut. Sel-sel ini kemudian akan mengirimkan sinyal ke otak melalui saraf vestibular, yaitu saraf yang mengatur posisi kepala dan sistem keseimbangan tubuh. Saraf ini bertugas untuk memberikan informasi kepada otak mengenai posisi tubuh anda, seperti ketika anda sedang berbaring, duduk, berdiri, dan menggerakkan tubuh layaknya berputar atau berjalan. Cairan di bagian telinga dalam ini bisa terus bergerak. Hal inilah yang membuat anda bisa merasakan pusing setelah memutar tubuh berulang kali. Akan tetapi setelah cairan berhenti bergerak, rasa pusing yang anda rasakan tadi akan mereda dan hilang. Jika terjadi adanya gangguan pada cairan atau organ keseimbangan ini seseorang bisa merasakan gejala seperti pusing atau vertigo.

Proses Pendengaran Telinga

Telinga memiliki peran yang sangat penting dalam proses mendengar. Suara yang anda dengarkan ini berasal dari getaran gelombang suara yang masuk ke dalam telinga. Sehingga getaran tersebut akan merambat ke dalam saluran telinga hingga mencapai gendang telinga. Setelah gelombang suara sampai ke gendang telinga, pada bagian ini akan mengirimkan rangkaian getaran suara menuju tulang-tulang pendengaran yang ada di telinga bagian tengah. Ketiga tulang telinga tersebut nantinya akan meningkatkan kekuatan getaran suara dan menghantarkannya ke telinga bagian dalam. Peningkatan kekuatan getaran ini dibutuhkan untuk meneruskan energi dari gelombang suara ke cairan di telinga bagian dalam. Selanjutnya, sel rambut sebagai sensor yang berada di lapisan koklea yang akan mengubah getaran menjadi sinyal listrik lalu ditransmisikan melalui saraf pendengaran menuju otak. Selanjutnya otak akan menafsirkan sinyal ini sebagai suara yang bisa anda dengar. Nah inilah proses mendengar pada manusia.

Baca Juga :  Harus Dibaca Sebelum Membeli Alat Bantu Dengar

Bagaimana? Tertarik untuk mempelajari anatomi telinga dan proses pendengaran lebih dalam lagi? Kamu bisa mempelajarinya di berbagai platform kesehatan telinga. Bagi kamu yang memiliki masalah kesehatan telinga, kamu bisa melakukan konsultasi loh. Salah satu tempat untuk konsultasi terkait masalah pendengaran adalah di Hearing Center Depok. Kami juga menyediakan berbagai macam kebutuhan alat pendengaran untuk memudahkan kegiatan mendengar. Perawatan telinga itu adalah hal yang cukup penting. Karena telinga merupakan salah satu organ tubuh manusia yang berperan untuk keseimbangan tubuh manusia. Pendengaran akan terasa nyaman apabila kita memiliki kesehatan telinga yang baik.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.