Jenis-Jenis Penyakit Tuli Dan Gejalanya

penyakit tuli

Anda pasti sudah mengenal penyakit tuli bukan? Tuli ialah sebuah gangguan pada telinga yang tanda utamanya ialah berkurang hingga hilangnya kemampuan seseorang untuk mendengarkan suara. Nah, berikut ini tim Hearing Center Depok akan  berbagi informasi menarik seputar penyakit tuli. Yuk, simak ulasan berikut untuk informasi lebih lengkap.

Tanda atau Gejala

Kita dapat mengenali penyakit ini hanya dengan 1 gejala yang paling utama yaitu kesulitan seseorang dalam mengenali suara yang bernada tinggi. Contohnya adalah suara anak-anak serta wanita, selain itu huruf s serta huru f juga akan semakin sulit untuk di dengar dengan lebih jelas. Gejala tuli lainnya ialah sebagai berikut:

  1. Suara terdengar redam serta kurang jelas
  2. Kesulitan memahami kata-kata apalagi jika berada pada lingkungan yang berisik
  3. Kesulitan untuk mendengar huruf konsonan
  4. Seringkali meminta pengulangan ucapan dengan lebih pelan, keras serta jelas
  5. Saat menonton video, telivisi atau mendengarkan radio dan music seringkali harus menambah volume hingga lebih keras dari sebelumnya
  6. Seringkali menghindari percakapan serta berinteraksi sosial
  7. Kesulitan untuk mendengarkan percakapan di telephone
  8. Mendengarkan percakapan di telephone sangat sulit
  9. Sulit mengikuti pembicaraan
  10. Lelah dan stress karena harus berkonsentrasi lebih penuh untuk dapat mendengarkan suara
  11. Ketika melihat orang lain berbicara dengan nada yang pelan, selalu merasa bahwa orang yang sedang berbicara tersebut sedang bergumam
  12. Sering salah memahami perkataan orang lain

Gejala Tuli Pada Satu Telinga

Tuli bukan berarti bisa terjadi pada kedua telinga saja. Seperti earphone yang rusak, telinga juga bisa jadi muncul ketulian namun hanya pada salah satu telinga saja. Adapun gejalanya ialah seperti pendengaran yang semakin memburuk apabila suara datang di salah satu sisi telinga. Suara tetap bisa terdengar namun tidak secara penuh melainkan terdengar lebih rendah di banding ketika kondisi normal. Penderita juga akan  kesulitan untuk menentukan asal suara serta membedakan suara.

Baca Juga :  Benarkah Kolesteatoma Berupa Tumor Jinak?

Gejala Tuli Pada Usia Anak-Anak

  1. Adanya keterlambatan belajar bicara hingga kurang jelasanya bicara
  2. Tidak ada respon ketika sedang di panggil
  3. Suara yang dimunculkan ketika berbicara selalu menggunakan volume nada yang keras
  4. Sering meminta pengulangan kalimat serta sering salah memberikan respon yang keliru
  5. Selalu menambah volume jika menonton tv atau mendengarkan music

Gejala Tuli Pada Usia Bayi

  1. Tidak muncul rasa kaget apabila mendengar suara yang keras
  2. Kelihatan bahwa ia hanya bisa mendengar atau merespon sebagian suara saja.
  3. Menyadari bahwa ada orang lain yang melihatnya namun tidak beraksi ketika dirinya di panggil
  4. Di usia yang menginjak empat bulan biasanya ia sudah mulai mengenali suara, namun ketika di panggil si penderita ini tidak menoleh ke arah suara
  5. Usia 15 bulan ia belum bisa mengucapkan kata-kata

Penyebab dan Jenis Tuli

Penyebab dari penyakit tuli ini berbeda-beda dan hal tersebut sangat bergantung dengan jenisnya. Namun, yang paling umum terjadi adalah penyakit tuli di sebabkan oleh adanya gangguan pada proses pendengaran. Berikut ini kami sajikan pula tiga jenis gangguan pendengaran:

1.    Tuli Konduktif

Seseorang yang mengalami tuli konduktif biasanya gelombang suara yang seharusnya bisa sampai tetapi tidak bisa di alirkan dari telinga luar ke telinga yang ada di bagian dalam. Adapun hal-hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi ialah sebagai berikut:

  1. Adanya penggumpalan kotoran telinga
  2. Terjadi otitis media efusi atau glue ear
  3. Adanya infeksi dengan peradangan serta penumpukan cairan yang ada di dalam telinga
  4. Munculnya lubang atau kelainan yang ada pada gendang telinga. Seringkali kondisi ini disebut sebagai gendang telinga pecah
  5. Adanya gangguan pada tulang pendengaran

Infeksi yang terjadi pada penyakit tuli jenis konduktif dapat menimbulkan jaringan parut. Dengan begitu maka bisa mengurangi fungsi gendang telinga. Tulang pendengaran juga dapat mengalami kerusakan karena adanya cedera, infeksi ataupun karena tulang pendengaran menyatu.

Baca Juga :  Jenis Penyakit Telinga Karena Infeksi

2.    Tuli Sensorineural

Jenis tuli berikutnya ialah tuli sensorineural. Jenis tuli ini biasanya disebabkan oleh adanya kerusakan yang terjadi di telinga bagian dalam. Adapun contohnya ialah koklea, saraf pendengaran, serta organ otak. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan jenis tuli ini dapat terjadi:

  1. Faktor penuaan
  2. Terpapar suara nyaring dalam waktu lama
  3. Adanya infeksi pada telinga dalam
  4. Kelainan bawaan yang terjadi pada telinga
  5. Pernah atau sedang mengalami cedera kepala

3.    Tuli Campuran

Selanjutnya yang terakhir ialah jenis tuli campuran. Pada jenis tuli ini meruipakan sebuah kombinasi antara tuli konduktif dengan tuli sensorineural. Kondisi tuli campuran bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut:

  1. Adanya penuaan
  2. Sering terpapar suara nyaring dan bising
  3. Terjadi infeksi di bagian telinga
  4. Mengalami cedera kepala
  5. Pernah mengonsumsi obat tertentu seperti antibiotic, obat antiiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan obat kemoterapi
  6. Desebabkan oleh adanya tumor
  7. Kondisis bawaan sejak lahir akibat lahir premature, ibu yang diabetes ketika hamis, rendahnya oksigen, faktor keturunan serta penyakit ineksi lainnya yang ditularkan oleh ibu ke sang anak.

Itulah informasi tentang jenis-jenis penyakit tuli dan gejalanya yang bisa kami berikan. Bagi anda yang membutuhkan jasa untuk konsultasi tentang pendengaran maka anda bisa mengunjungi kami di Hearing Center Depok.