Gangguan Pendengaran Pada Anak

infeksi telinga

Tahukah anda jika anak balita juga bisa mengalami gangguan pendengaran? Gangguan pada sistem pendengaran ternyata tidak hanya terjadi pada orang tua saja lo. Umumnya para orang tua tidak menyadari tidak berfungsinya pendengaran dengan baik yang terjadi pada anak usia dini. Kemampuan mendengar sang anak merupakan hal yang sangat esensial untuk perkembangannya. Bisa mendengar dengan baik akan membantu stimulasi otak, mengasah kemampuan berfikir, dan bisa berinteraksi dengan orang lain. Naah oleh karena itu, jika anak mengalami kondisi ini dapat menghambat perkembangannya. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui adanya masalah pendengaran pada anak sejak usia dini? Kali ini Hearing Center Jakarta akan berbagi informasi mengenai gangguan pendengaran pada anak.

Penyebab Gangguan Pendengaran Anak

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab pendengaran pada anak terganggu. Selain karena adanya kelainan genetik, gangguan pada pendengaran ini juga bisa disebabkan karena hal-hal berikut:

  • Infeksi virus atau bakteri ketika mash berada di dalam kandungan
  • Konsumsi obat-obatan yang ototoksik oleh ibu hamil
  • Kondisi yang memerlukan perawatan di Neonatus Intensive Care Unit (NICU) selama 48 jam atau ebih seteah elahiran
  • Adanya sindroma yang menyebabkan ketulian
  • Bayi lahir prematur
  • Bayi lahir dengan berat badan rendahkirang dari 1500 gram
  • Adanya riwayat infeksi TORCH ketika berada dalam kandungan
  • Kelainan tulang wajah atau tengkorak
  • Trauma lahir
  • Riwayat taruma pada kepala
  • Memiliki riwayat penyakit kuning
  • Infeksi pada otak atau tulang belakang
  • Infeksi telinga

Nah itu tadi beberapa penyabab yang bisa menyebabkan resiko terkena ganguan pendengaran pada anak anda.

Deteksi Dini Gagguan Pendengaran pada Anak

Penting buat anda untuk mengetahui ciri dan gejala gangguan pendengaran pada anak anda. sebagai orang tua anda juga perlu waspada dengan adanya kemungkinan gangguan pada pendengaran saat anak bertambah usia. Berikut gejala gangguan pada pendengaran pada bayi:

  • Tidak terkejut ketika mendengarkan suara yang keras
  • Bayi tidak merespon ke arah sumber suara biasanya terlihat setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan
  • Tidak bisa berbicara atau berceoteh pada usia satu tahun
  • Anak anda tidak merespon ketika dipanggil
  • Tidak mengerti perintah seperti melambaikan tangan dan ain sebagainya
Baca Juga :  Anatomi Daun Telinga

Gejala gangguan pendengraan ini biasanya berbeda tiap usia. Berbeda dengan bayi, gangguan pendengran pada anak yaitu:

  • Terlambat berbicara
  • Pelafalan kata-kata saat berbicara kurang jelas
  • Tidak merespon atau mengikuti instruksi
  • Nada bicara yang tinggi dari biasanya
  • Sering mendengarkan telivisi dengan volume yang tinggi
  • Anak akan mengeluh tidak bisa mendengarkan suara dengan jelas

Jika anak anda mengalami gejala-gejala di atas, ada kemungkinan bahwa anak anda mengalami gangguan di indra pendengarannya. Oleh karena itu, untuk memastikannya, anda perlu memeriksakannya ke dokter.

Akibat dari Gangguan Pendengaran pada Anak

Gangguan pada pendengaran anak dapat menggagu perkembangan anak baik secara kognitif maupun berbicara. Bagi anak yang berusia 2 sampai 3 tahun yang memiliki gejala memiliki resiko tinggi mangalami gangguan pada pendengaran secara permanen. Kondisi ini bisa menyebabkan kemampuan bicara, bahasa, dan belajar menurun. Oleh karena itu dengan identifikasi gangguan pendengaran sedini mungkin, dapat membantu untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Salah satu penanganan yang dapat anda lakukan yatu dengan terapi sesegera mungkin sehingga gangguan perkembangan lebih lanjut pada anak dapat dicegah seminimal mungkin. Selain itu, anda juga bisa mengunakan alat bantu dengar sehingga anak anda dapat berkembang dengan baik.

Penanganan Gangguan Pendengaran

Apabila anak ada mengalami gejala-gejala gangguan pada pendengaran, segera bawa dan periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fungsi pendengaran untuk memastikan adanya gangguan pada pendengaran. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan ini tergantung dengan usia anak. Jenis pemeriksaan pendengaran ini dapat berupa:

  • Audiometri nada murni
  • Play audiometry
  • Auditory Brainstem Response (ABR) testi
  • Timpanometri
  • Otoaucoustic emissions (OAE) tes
  • Atau jenis pemeriksaan lainnya.

Jika anak anda mengalami penurunan fungsi pendengaran, biasanya dokter akan melakukan tindakan atau menyarankan penanganan tergantung dari jenis dan kondisi pendengaran yang dialami oleh anak. Terdapat beberapa cara penanganan yang bisa anda lakukan atas saran dokter seperti:

  • menggunakan alat bantu dengar
  • operasi di daerah liang telinga tengah
  • mengkonsumsi obat sesuai resep dokter
Baca Juga :  8 Informasi Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kotoran Telinga

Gangguan pendengaran pada anak ini ada yang bersifat sementara namun ada juga yang permanen. Dengan demikian penting bagi anda untuk mendeteksi masalah pendengaran sedini mungkin agar dapat penanganan dengan tepat.

Klinik Pendengaran Jakarta

Itulah informasi mengenai gangguan pendengaran pada anak yang perlu anda ketahui. Bagi anda yang ingin melakukan konsultasi terkait masalah pendengaran, anda bisa datang ke Hearing Center Jakarta. AQM Hearing Center merupakan salah satu klinik pendengaran terbaik dan terpercaya. Kami menyediakan berbagai layanan terkait masalah pada indra pendengaran. Bagi anda yang sedang mencari alat bantu dengar dan pemasangan alat bantu dengar anda bisa datang berkunjung ke ke AQM Hearing Center.

Selain itu, anda juga bisa melakukan konsultasi masalah pendengaran, kami juga melayani pengecekan kemampuan pendengaran. Tak hanya itu saja, AQM Hearing Center juga menyediakan jasa perawatan dan perbaikan alat bantu dengar, menyediakan perlengkapan dan aksesoris alat bantu dengar, hingga pembuatan cetak daun telinga. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut anda bisa mengunjungi website kami di aqm-hearingcenter.com.