Infeksi Telinga: Gejala, Jenis dan Penyebab

infeksi telinga

Kasus gangguan pada telinga seperti rasa sakit di telinga, peradangan hingga adanya penumpukan cairan biasanya di sebabkan oleh adanya infeksi virus ataupun bakteri. Infeksi telinga ini biasanya terjadi pada telinga bagian tengah. Umumnya, anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun akan mengalami setidaknya satu kali gangguan telinga berupa infeksi. Hal ini adalah sesuatu yang sangat umum dan biasanya jika anak sudah mengalaminya maka rujukan terbaik adalah dengan mengunjungi dokter.

Sebutan lain untuk infeksi pada telinga ini ialah glue ear, otitis sekretori, infeksi pada telinga bagian tenah atau bisa juga di sebut otitis media serosa. Nah, apakah anda penasaran dengan hal-hal yang terkait dengan infeksi telinga? Berikut ini Hearing Center Depok akan berbagi informasi menarik seputar gejala, jenis dan penyebab infeksi telinga. Yuk, simak ulasan berikut!

Fakta Tentang Infeksi Telinga

Beberapa fakta tentang infeksi telinga yang benar ialah sebagai berikut:

  1. Gangguan infeksi pada telinga lebih banyak terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan
  2. Untuk sebagian besar penyakit infeksi telinga bisa sembuh sendirinya tanpa adanya pengobatan
  3. Salah satu bentuk pencegahan infeksi telinga ialah melakukan vaksinasi pada anak terhadap flu
  4. Penyebab kasus infeksi pada telinga yang berkepanjangan serta berulang ialah adanya biofilm bakteri resisten antibiotik
  5. Peningkatan resiko infeksi telinga dapat juga disebabkan oleh adanya asap rokok

Definisi Infeksi Telinga

Penyakit infeksi pada telinga ialah penyakit yang di sebabkan oleh adanya infeksi bakteri ataupun virus yang terjadi di telinga bagian tengah. Jenis penyakit yang satu ini seringkali di derita oleh anak yang berusia 3 tahun ke bawah. Adanya infeksi ini bisa menyebabkan peradangan serta penumpukan cairan pada telinga tepatnya pada ruang internal.

Baca Juga :  Bahasa Verbal : Pengertian, dan Penggunaanya

Telinga pada bagian tengah ini merupakan sebuah ruang yang berisi oleh udara dan berada di belakang gendang telinga. Isinya ialah seperti tulang yang bergetar dimana tulang ini dapat mengubah suara dari luar telinga dan menjadi sebuah sinyal untuk otak. Semua penyakit tentu memiliki efek berupa rasa sakit tak terkecuali infeksi pada telinga ini. Rasa sakit tersebut di timbulkan karena adanya peradangan serta penumpukan cairan yang berlebih sehingga dapat meningkatkan adanya tekanan di gendang telinga. Penyakit ini dapat mencapai tingkat yang lebih parah atau kronis dan apabila penyakit sudah mencapai tingkat kronis bahkan bisa merusak telinga secara permanen.

Gejala Yang Ditimbulkan

Gejala yang di timbulkan bermacam-macam tergantung dengan usianya. Pada usia dewasa, gejalanya cukup sederhana yaitu di telinga mengalami sakit, adanya tekanan, cairan yang keluar dari telinga, serta berkurangnya pendengaran. Apabila penyakit ini terjadi pada usia anak-anak maka beberapa gejala yang bisa terjadi di antaranya ialah sebagai berikut:

  1. Rasa seperti di tarik pada telinga
  2. Sakit pada telinga
  3. Kesulitan untuk tidur
  4. Sering menangis
  5. Hilangnya keseimbangan tubuh
  6. Kesulitan untuk mendengar
  7. Demam
  8. Nafsu makan berkurang
  9. Sakit pada kepala

Jenis-Jenis Infeksi Telinga

Infeksi pada telinga tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Berikut ini adalah beberapa infeksi yang terjadi pada telinga:

Otitis Media Akut (OMA)

Jenis penyakit OMA ini ialah bentuk infeksi pada telinga yang seringkali terjadi pada seseorang. Namun, infeksi ini sebenarnya terhitung memiliki tingkatan yang tidak begitu tinggi atau parah atau serius. Gejalanya ialah adanya bengkak pada telinga tengah, terinfeksi serta adanya cairan yang terperangkap di belakang gendang telinga. Penderitanya juga seringkali akan merasakan gejala seperti demam.

Baca Juga :  Apa itu Otoskopi?

OME atau Otitis Media dengan Efusi

Biasanya ketika terjadi infeksi pada telinga yang menyebabkan telinga mengeluarkan cairan, maka setelah infeksi ada kemungkinan cairan tersebut masih tertinggal di gendang telinga bagian belakang. Adanya cairan yang tersisa tersebut bisa menjadi sebuah tanda atau gejala yang digunakan dokter untuk mendiagnosa bahwa penderita mengalami OME.

Otitis Media Kronis dengan Efusi (COME)

Penyakit COME ini dapat terjadi apabila cairan terus-menerus dan berulang ada di telinga bagian tengah dengan adanya infeksi ataupun tidak. Adanya penumpukan cairan tersebut bisa menjadi penyebab dari berkurangnya kemampuan telinga untuk melawan infeksi yang ada. Selain itu, hal tersebut juga bisa memberikan dampak negative pada kemampuan pendengaran.

Penyebab

Adanya infeksi telinga biasanya dapat di ketahui dari beberapa gejala seperti pilek, flu hingga respon dari adanya alergi tertentu. Hal ini dapat meningkatkan adanya lendir pada sinus, hal tersebut juga akan menyebabkan saluran eustachius membersihkan cairan dengan sangat lambat. Adapun organ yang akan mendapatkan dampaknya ialah saluran hidung, tenggorokan serta saluran eustachius.

Tuba Eustachius

Organ tuba eustachius ini ialah yang menghubungkan antara telinga tengah dengan belakang tenggorokan. Ia akan membuka dan menutup di ujung tabungnya dan berfungsi untuk mengatur tekanan udara di telinga bagian tengah, memasok udara serta mengalirkan sekresi normal.

Kelenjar Gondok

Adapun organ kelenjar gondok ialah merupakan bantalan jaringan yang berlokasi di bagian belakang rongga hidung. Ia dapat bereaksi dengan adanya bakteri serta virus yang melewatinya serta berperan aktif dalam sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi, kelenjar gondok ini bisa menjebak bakteri yang justru menyebabkan adanya infeksi serta peradangan di saluran eustachius serta telinga bagian tengah.

Baca Juga :  Jangan Sampai Asal, Berikut Cara Membersihkan Telinga yang Benar

Itulah berbagai ulasan tentang gejala, jenis dan penyebab infeksi telinga yang bisa kami berikan. Bagi anda yang membutuhkan konsultasi terkait pendengaran, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi di Hearing Center Depok.