5 Mitos Terkait Gangguan Pendengaran

gangguan pendengaran

Pernahkah anda mendengar beberapa mitos terkait gangguan pendengaran? Mitos yang berkaitan dengan gangguan pendengaran tentu sangat banyak dan bisa membuat anda takut secara berlebihan. Namun, benarkah mitos tersebut semuanya benar? Kali ini Hearing Center Tangerang akan berbagi informasi yaitu menjawab berbagai mitos gangguan pendengaran yang beredar di masyarakat. Ternyata, tidak semuanya benar loh. Ingin tahu bagaimana faktanya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Gangguan Pendengaran Hanya Terjadi pada Lansia

Mitos pertama yang sering kita dengar ialah mengenai gangguan pendengaran yang hanya bisa terjadi pada lansia. Padahal kenyataannya, tidak hanya lansia yang bisa mengalami gangguan pendengaran. Di Negara besar seperti Amerika, gangguan pendengaran banyak menimpa mereka yang berusia di bawah 60 tahun tepatnya sebesar 40%. Sedangkan 15% dari angka tersebut didominasi oleh anak-anak yang berusia mulai dari 6 hingga 19 tahun.

Tidak bisa di pungkiri, gangguan pendengaran memang akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini tentunya berkaitan dengan semakin menurunnya fungsi dan kinerja organ-organ tubuh. Untuk itu, anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin agar kinerja sistem pendengaran dapat terkontrol dengan baik. Hal ini adalah salah satu langkah tepat untuk meminimalisir adanya gangguan pendengaran.

Gangguan Pendengaran Hanya Berdampak di Sistem Pendengaran

Kita seringkali menyalahartikan sebuah kasus. Gangguan pendengaran tidak hanya dapat terjadi pada sistem pendengaran (baca: telinga). Melainkan juga dapat terjadi pada segala aspek kehidupan. Gangguan pendengaran yang terus menerus di biarkan bahkan bisa menjadi penyebab seseorang terkena demensia hingga penurunan kognitif. Selain itu, gangguan pada pendengaran bahkan bisa menyebabkan adanya isolasi sosial hingga depresi bagi penderitanya.

Hearing Center Tangerang dapat memberikan anda sebuah solusi yang sangat inovatif yaitu dengan sebuah alat bantu dengar jika anda mengalami gangguan pendengaran. Anda bisa mendapatkannya hanya dengan menghubungi kami di kontak yang sudah tersedia di Aqm-hearingcenter.com.

Baca Juga :  Cara Kerja Telinga Saat Mendengar

Gangguan Ringan Tidak Perlu Penanganan

Banyak sekali orang yang mengabaikan gangguan pendengaran terutama ketika gangguan tersebut hanya merupakan gangguan yang ringan. Padahal gangguan pendengaran memang bekerja dengan sifat progresif. Artinya, gangguan yang terjadi dalam tingkatan ringan tersebut semakin lama akan semakin meningkat keparahannya dan memburuk. Adanya ketegangan yang terjadi secara berlebih pada otak juga dapat mempercepat penurunan kognitif. Maka dari itu, untuk meminimalisir perkembangannya maka anda bisa menemui audiolog yang berpengalaman atau mengunjungi Hearing Center Tangerang. Anda bisa melakukan konsultasi dan dokter akan menangani masalah anda dengan sangat baik.

ABD serta Implan Koklea dapat Membuat Pulih Pendengaran

Barang bernama Alat Bantu Dengar memang di desain untuk membuat seseorang lebih jelas dalam mendengar dan menangkap suara. Begitupun dengan Implan Koklea, bisa membuat pendengaran mendekati kata normal. Namun, yang harus anda ketahui bahwa kedua upaya tersebut tentunya tidak bisa membuat seseorang benar-benar mendapatkan pendengaran yang normal. Sistem pendengaran tidak mampu untuk benar-benar pulih seperti sedia kala. Bagaikan gelas yang sudah retak, maka ia tidak bisa untuk benar-benar utuh tanpa cacat meski sudah di lakukan berbagai cara.

Alat Bantu Dengar hanya bisa meningkatkan volume suara dan frekuensi tertentu. Sedangkan implant koklea, hasilnya bergantung pada kondisi setiap penderitanya. Adapun faktor yang mempengaruhi di antaranya ialah usia implantasi, lamanya tuli, riwayat pendegaran serta berbagai faktor lainnya.

Benarkah ABD Dapat Membuat Semua Suara Terdengar Terlalu Keras?

Alat Bantu Dengar bisa di katakan sebagai sebuah teknologi yang cukup canggih. Mengapa demikian? Hal ini di karenakan perangkat ini lebih pintar dari perangkat yang sudah ada sebelumnya. Teknologi ini di rekayasa untuk memberikan solusi yang sangat pintar yaitu membuat pemrosesan suara menjadi lebih canggih serta memiliki teknologi yang bisa mengurangi kebisingan. Selain alat bantu dengar, ada pula teknologi yang beriringan dengan ABD yaitu Teknologi Pendengaran Otak. Alat tersebut dapat mempertahankan detail penting dari sebuah pidato, mengurangi upaya ketika mendengarkan, membantu seseorang untuk lebih mudah menemukan suara, serta dapat menerapkan semua preferensi mendengarkan secara pribadi.

Baca Juga :  Tips Mengatasi Bisul Telinga

Hearing Center Tangerang

Apabila adalah warga Tangerang dan sedang memiliki gangguan pendengaran, jangan lupa untuk melakukan konsultasi kepada Hearing Center Tangerang. Hearing Center Tangerang merupakan sebuah klinik pendengaran yang berada di Tangerang dengan nama AQM Hearing Center. Terdapat banyak sekali jenis-jenis layanan pendengaran dan pengobatan gangguan pendengaran. Beberapa di antaranya ialah seperti tes pendengaran, konsultasi terkai beberapa gangguan pendengaran, pemasangan alat bantu dengar serta berbagai layanan mengenai pendengaran lainnya.

Hearing Center Tangerang melayani konsultasi berbagai permasalahan terkait gangguan pendengaran. Terdapat tim konsultan yang professional untuk membantu menangani berbagai permasalahan pendengaran anda. Di sini anda juga bisa membeli Alat Bantu Dengar beserta perlengkapannya yang lain seperti baterai dan lain sebagainya. Jika anda memiliki masalah apabila harus datang langsung ke tempat, maka Hearing Center Tangerang melayani kunjungan ke rumah pasien atau Home Visit. Kami siap untuk datang langsung ke rumah anda jika sewaktu-waktu anda membutuhkan kami. Jangan lupa untuk mengunjungi artikel kami yang lain yaa!