Pengenalan Gejala, Penyebab dan Pilihan Pengobatan Gendang Telinga Pecah

gendang telinga pecah

Seluruh anggota tubuh manusia memiliki peran yang sangat penting dan terkoneksi satu sama lain untuk menghasilkan gerak, suara, dan memahami aktifitas lingkungan. Hal ini tentunya juga berlaku pada sistem pendengaran manusia. Manusia sebagai makhluk hidup yang paling sempurna memiliki sistem pendengaran yang sangat kompleks. Tidak heran jika seluruh sistemnya harus bekerja dalam kondisi yang normal sehingga bisa berfungsi dengan baik. Dalam sistem pendengaran termasuk diantaranya adalah gendang telinga yang memiliki 2 peranan yang sangat penting. Peranan gendang telinga yang pertama adalah mereka yang akan bergetar ketika terdapat gelombang suara yang mengenai telinga. Sedangkan peranan keduanya ialah mereka merupakan yang memberi penghalang atau sebagai pelindung telinga agar tidak terkena infeksi. Gendang telinga yang berada dalam kondisi noermal maka ia bisa melindungi telinga bagian dalam sehingga menghasilkan lingkungan yang steril dan bersih. Sedangkan jika gendang telinga pecah maka telinga yang ada di bagian dalam akan lebih rentan terhadap infeksi bakteri.

Ingin tahu lebih lanjut tentang gendang telinga pecah? Yuk, simak ulasan berikut bersama Hearing Center Depok untuk mendapatkan informasi lengkapnya!

Pengenalan Gejala dan Penyebab Gendang Telinga Pecah

Perforasi membrane timpani adalah istilah yang digunakan oleh medis untuk menyebut gendang telinga pecah atau berlubang. Penyakit bernama perforasi membrane timpani ini akan terjadi ketika membrane ini rusak karena adanya tusukan atau sebuah robekan. Penyebabnya pun cukup beragam mulai dari adanya infeksi telinga bagian dalam hingga adanya barotrauma. Pertama kita akan membahas tentang kejadian gendang telinga pecah akibat adanya infeksi dalam. Pada kejadian ini biasanya cairan yang ada di tempat infeksi akan menekan membrane gendang telinga sehingga meningkatkan tekanan dan membuat membrannya menjadi robek.

Baca Juga :  Ciri Anak Yang Tuna Wicara

Tanpa kita sadari ada pula beberapa hal yang kita lakukan ternyata juga bisa membuat gendang telinga pecah. Contoh aktifitasnya adalah ketika kita menusukkan benda tertentu ke dalam telinga seperti penggunan cotton bud atau Q-tips untuk melakukan pembersihan kotoran telinga. Penyebab lain yang menyebabkan gendang telinga pecah adalah barotrauma. Barotrauma adalah sebuah masalah yang bisa terjadi karena adanya tekanan barometrik yang berbeda antara yang ada di dalam telinga dan luar telinga. Hal ini biasanya akan terjadi ketika anda berada di dalam scuba diving atau ketika di dalam pesawat. Gendang telinga juga bisa pecah atau berlubang jika ada cedera pada kepala ataupun ketika ada trauma akustik seperti adanya suara keras yang cepat ataupun adanya ledakan.

Indikasi dan Pengobatan Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga yang pecah atau rusak bisa diindikasikan dengan adanya nyeri pada telinga termasuk diantaranya adalah nyeri persisten yang berhenti secara tiba-tiba. Selain itu, kesulitan dalam mendengarkan suara, munculnya vertigo dan rasa pusing serta adanya cairan yang keluar dari telinga juga menjadi salah satu penyebabnya. Ketika gendang telinga berada dalam kondisi yang tidak baik maka harus segera di evaluasi dan dirawat dengan dokter atau ahlinya. Anda harus lebih sering memerhatikan organ ini untuk meminimalisir adanya kerusakan pendengaran serta infeksi. Jika anda tidak segera mengatasinya maka gejala-gejala yang sudah ada akan semakin diperparah dengan bentuk gejala yang lebih serius seperti kista hingga kehilangan pendengaran secara permanen.

Jika anda merasa membutuhkan konsultasi pendengaran, jangan lupa untuk mengunjungi Hearing Center Depok. Hearing Center Depok memiliki layanan dan ahli pendengaran terbaik yang bisa memberikan anda pelayanan terkait masalah ini. Mereka akan menggunakan alat bernama otoskop untuk melihat gendang telinga anda. Kemudian melalui cahaya internalnya, alat ini akan memberikan dokter berupa sebuah gambaran yang jelas terkait kondisi gendang telinga anda. Jika anda mengalami gendang telinga yang pecah atau rusak biasanya ia akan sembuh sendirinya dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Hal ini bisa terjadi jika anda mencegah adanya infeksi dan menahan diri dari berbagai kegiatan yang bisa memperburuk kondisi. Berbagai kegiatan yang dimaksud adalah berenang, menyelam serta anda juga harus menghindari obat-obatan lain yang tidak diresepkan khusus untuk anda.

Baca Juga :  Jangan Sampai Asal, Berikut Cara Membersihkan Telinga yang Benar

Saat proses penyembuhan anda tidak diperbolehkan untuk meniup hidung anda sendiri. Ketika robekan atau kerusakan membrane cukup besar atau terjadi di dekat salah satu tepinya maka bisa jadi dokter memasukkan bendungan ataupun sebuah tambalan yang bersifat sementara. Hal ini berfungsi untuk mengurangi resiko infeksi. Dalam beberapa kasus perawatan bedah bisa saja terjadi. Setiap kali muncul rasa sakit maka biasanya akan diatasi dengan obat pereda nyeri yang biasa dijual secara bebas atau OTC. Contoh obatnya adalah seperti aspirin ataupun asetaminofen.

Gendang telinga yang pecah tidak selalu bisa dihindari atau diobati. Yang bisa kita lakukan adalah menghindari peluang-peluang yang ada agar kita terhindari dari gangguan telinga. Jika anda merasakan gangguan telinga jangan lupa untuk melakukan konsultasi hanya di Hearing Center Depok. Dapatkan perawatan yang tepat terkait dengan pendengaran anda karena ini merupakan investasi yang harus dijaga. Itulah informasi terkait dengan pengenalan gejala hingga pengobatan gendang telinga pecah. Jangan lupa juga untuk selalu mendapatkan informasi terkait dengan sistem pendengaran hanya di AQM-Hearing Center.