Mengenal Apa Itu BPPV

apa itu bppv

Seseorang yang tekena gejala vertigo biasanya akan salah memahami atau mengartikan gerakan. Sepanjang gejala tersebut muncul maka yang akan dirasakan adalah merasa bahwa lingkungan dan benda yang akan disekitar melakukan perputaran. Orang yang mengalami gejala vertigo biasanya akan merasa keseimbangan tubuhnya terganggu hingga menyebabkannya jatuh. Hal ini bisa berakibat fatal apabila terjadi pada orang dewasa yang memiliki usia cukup tua. Beberapa gejala dari vertigo adalah rasa pusing, merasakan sensasi yang berputar seperti di ruang angkasa, merasa mual hingga muntah. Selain itu, gejala lain yang dirasakan adalah migraine, ketidakteraturan visual termasuk diantaranya adalah nystagmus serta pingsan. Penyebab dari pernyakit vertigo ini sangat beragam. Salah satu penyebab yang kita ketahui adalah vertigo posisional paroksismal jinak atau BPPV yang berkaitan dengan pendengaran. Penasaran dengan apa itu BPPV? Yuk, simak ulasan berikut untuk mengetahui apa itu BPPV bersama Hearing Center Tangerang melalui ulasan berikut ini!

Tentang BPPV

Apa itu BPPV? BPPV sebagai salah satu penyebab dari gejala vertigo biasa disebabkan oleh kristas kalsium. Kristal kalsium ini dapat terbentuk secara alami pada telinga bagian dalam. Aktifitas ini dikenal dengan otolith atau otokania dan keberadaan kristal ini tidak menimbulkan masalah bagi manusia. Akan tetapi bagi orang yang menderita vertigo posisional paroksismal jinak keberadaan Kristal ini bisa copot atau bergeser dari lokasi normal. Sehingga hal ini bisa menyebabkan Kristal bermigrasi ke salah satu saluran setengah lingkaran telinga bagian dalam yang mengontrol rasa keseimbangan kita. Ketika ini terjadi, dan orang dengan BPPV mengubah orientasi kepala mereka relatif terhadap gravitasi, kristal-kristal ini bergerak, dan menyebabkan perpindahan cairan endolimfe yang tidak normal, yang mengakibatkan vertigo.

Baca Juga :  Cara Mudah Merawat Alat Bantu Dengar

Pemicu BPPV

Tahukah anda pemicu vertigo posisi paroksismal jinak? BPPV ini bisa dipicu karena adanya gerakan umum seperti memiringkan ataupun memutar kepala. Selain itu, gerakan seperti melihat ke atas atau melihat ke bawah serta berguling di tempat tidur juga menjadi pemicu adanya BPPV dan biasanya ditandai dengan munculnya sifat seragan yang singkat atau paroksismal. Munculnya jenis vertigo ini bisa semakin memburuk dengan adanay kecemasan yang berlebih, kekurangan waktu tidur serta adanya perubahan tekanan barometric yaitu dari sebelum hujan hingga tiba-tiba salju turun atau ketika sedang melakukan perjalanan di pegunungan. Kondisi seperti ini biasanya akan muncul dengan sendirinya pada usia yang tidak terduga. Namun, usia yang paling beresiko adalah usia 60 tahun ke atas.

Untuk pemicu awal sebenarnya sangat sulit untuk dapat ditentukan. Penyebab paling terkenal ialah adanya sebuah pukulan ke kepala yang dilakukan secara tidak terduga. Dalam kasus ini contoh aktifitas yang menyebabkan adanya pukulan adalah mengalami kecelakaan dalam kendaraan bermotor.

Diagnosa BPPV

Jenis penyakit BPPV ini biasanya dibedakan dengan jenis penyakit seperti vertigo atau penyakit pusing lain. Hal ini dikarenakan penyakit ini hampir selalu dipicu oleh adanya gerakan pada kepala. Saat penderita mengalami hal ini maka biasanya gejala yang timbul akan hilang dan mereda dalam waktu kurang dari satu menit. Untuk melakukan diagnosis, para ahli kesehatan terlebih ahli pendengaran akan meminta penderita untuk memposisikan tubuh menjadi berbaring atau telentang. Selanjutnya penderita akan diminta untuk memiringkan kepala hanya pada satu sisi atau ke tepi meja pemeriksaan.

Adapun tes yang harus dilakukan untuk mendiagnosis BPPV ini adalah seperti videonystagmography atau VNG. Selain itu, ada pula tes ENG atau electronystagmography yang mana dalam hal ini dilakukan pengujian gerakan mata yang tidak normal. Atau bisa juga dilakukan tes bernama magnetic resonance imaging atau MRI dan digunakan untuk menyingkirkan adanay kemungkinan terkena penyebab lain dari vertigo.

Baca Juga :  Mengenal Gendang Telinga dan Fungsinya

Pengobatan BPPV

Jika anda bertanya obat apa yang tepat untuk BPPV maka jawabannya akan sangat sulit ditentukan mengingat hingga saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan BPPV secara total. Akan tetapi penyakit ini bisa diobati dengan cara yang cukup efektif yaitu menggunakan reposisi kanalit. Mengenai reposisi kanalit dapat digunakan maneuver Semont ataupun maneuver Epley dimana keduanya menggunakan gerakan tubuh untuk memandu posisi Kristal. Kristal diharapkan bisa merubah posisi ke tempat yang tidak menyebabkan munculnya masalah.

Pada beberapa kasus ada pula yang memilih jalan yang cukup ekstrim yaitu dengan melakukan pembedahan. Namun, pilihan ini adalah pilihan yang sangat jarang digunakan karena bisa dikatakan perawatan jenis ini tidak efektif mengobati. Apabila anda curiga bahwa anda atau keluarga anda mengalami BPPV ataupun menderita pusing serta gejala vertigo yang lebih dari satu minggu anda harus waspada. Segeralah berkonsultasi dengan pada ahli, spesialis pendengaran dan para professional untuk mengetahui masalah apa yang sedang terjadi. Ikuti semua aturannya dan perlu dilakukan tes pendengaran untuk mengetahui masalah ini.

Itulah informasi mengenai apa itu BPPV yang perlu anda ketahui, Jika masalah ini ditemukan dan diketahui oleh ahlinya maka anda tidak perlu khawatir karena para ahli bisa memberikan anda perawatan yang terbaik. Apabila anda tidak bisa mempercayai seluruh ahli yang tersedia, jangan khawatir. Kunjungi ahli kami hanya di Hearing Center Tangerang. Kami menyediakan banyak para ahli yang sudah professional di bidangnya. Selain itu, terdapat pula berbagai perawatan dan produk pendengaran dari kami seperti Alat Bantu Dengar. Yuk, tunggu apa lagi? Kunjungi kami dan jangan lupa pantau terus informasi dari kami hanya di AQM-Hearing Center.

Baca Juga :  Alat Bantu Dengar Modern AQM Hearing, Canggih dan Banyak Pilihannya