Audiometri, Tujuan, Resiko dan Prosedur

audiometri

Manusia memiliki panca indera mulai dari indera penglihatan, indera perasa, indera penciuman, indera pengecap dan indera pendengaran. Kelima indera tersebut memiliki peranan yang sangat penting untuk menjadi manusia normal dan sehat dengan keseimbangan tubuh yang baik. Tidak ada yang tidak penting dari kelima bentuk indera tersebut. Namun, pada kesempatan kali ini kita akan lebih banyak membahas tentang hal yang berkaitan dengan indera pendengaran yaitu tentang audiometri. Apakah itu audiometri, apa tujuannya, resiko dan bagaimana prosedurnya? Yuk, simak ulasan berikut untuk memahaminya dengan baik bersama Hearing Center Jakarta!

Tentang Audiometri

Audiometri adalah bentuk tes gangguan pendengaran yang penting untuk dilakukan oleh setiap orang. Berdasarkan data yang ada yaitu dari penelitian yang ada di American Family Physician terdapat 25% orang yang berusia di atas 50 tahun dan mengalami gangguan pendengaran. Kemudian ada juga 50% orang yang berusia di atas 80 tahun yang mengalami hal ini. Audiometri digunakan dengan sangat fungsional dalam hal ini yaitu untuk menguji gangguan pendengaran.

Adanya pemeriksaan audiometri ini membuat anda mengetahui seberapa baik sebenarnya fungsi pendengaran yang anda miliki. Dalam pemeriksaan ini anda akan di uji tentang intensitas, masalah keseimbangan, nada suara serta berbagai permasalahan lain yang memiliki kaitan dengan fungsi telinga dalam. Mereka yang berhak untuk melakukan tes audiometri ini adalah dokter yang secara khusus belajar terkait tes pendengaran serta audiolog yang dipercaya untuk melakukan pemeriksaan tes audiometri.

Ukuran Bunyi

Intensitas bunyi di ukur dengan satuan desibel atau dB. Secara normal, manusia bisa mendengar suara pelan atau rendah yang seperti bisikan dan biasanya berada di sekitar 20 dB. Sedangkan suara kerasnya ialah suara seperti mesin jet yang ada di antara 140 hingga 180 dB. Sedangkan untuk nada suara di ukur menggunakan siklus per detik. Untuk satuan ukunya ialah Hertz (Hz) dimana nada bass rendah ialah 50 Hz dan manusia bisa mendengar mulai dari 20 hingga 20.000 Hz. Pernahkah anda mendengar seseorang sedang berbicara di depan umum seperti pidato? Pada momen pidato biasanya kisaran nada suara ialah mulai dari 500 hingga 3.000 Hz.

Baca Juga :  Tes Pendengaran Depok: Tes Garpu Tala

Alasan Audiometri Perlu Dilakukan

Fungsi dari melakukan tes audiometri adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi pendengaran dan sebaik apa pendengaran anda. Jenis tes ini bisa anda jadikan tes rutin atau bisa juga menjadi tes yang perlu untuk dilakukan ketika anda mengalami penurunan kemampuan pendengaran.

Penyebab Gangguan Pendengaran

Kemampuan pendengaran yang menurun tentu disebabkan oleh adanya gejala gangguan pendengaran. Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin muncul dalam masalah gangguan pendengaran anda:

  1. Infeksi telinga secara kronis
  2. Sudah cacat sejak lahir
  3. Mengalami cedera pada telinga
  4. Mengalami kondisi bawaan yaitu otosklerosis. Ini biasanya terjadi saat pertumbuhan tulang tidak normal sehingga mencegah struktur di dalam telinga untuk bisa berfungsi dengan baik
  5. Terpapar terus menerus oleh suara yang keras
  6. Mengalami gendang telinga pecah
  7. Serta adanya penyakit telinga bagian dalam. Contohnya adalah penyakit Meniere ataupun penyakit autoimun

Telinga yang terus menerus terpapar suara yang keras dengan waktu yang lama bisa membuat adanya gangguan pada pendengaran. Hanya dalam beberapa jam saja ketika anda mendengarkan music dengan ukuran bunyi 85 dB bisa membuat anda mengalami gangguan pendengaran. Contohnya adalah ketika anda mendengarkan konser music rock atau berada di night club. Jika anda adalah pecinta music rock atau tidak ingin ketinggalan acara, maka anda bisa menggunakan alat pelindung pendengaran. Hal ini akan membantu anda untuk terhindar dari paparan music keras atau kebisingan sekitar.

Gangguan Pendengaran Sensorineural

Saat sele-sel rambut yang ada di koklea tidak bekerja dengan baik maka gangguan pendengaran yang bisa terjadi adalah gangguan pendengaran sensorineural. Organ yang bernama koklea ini adalah salah satu bagian telinga yang berfungsi untuk menerjemahkan atau mengartikan getaran suara yang ada menjadi sebuah ilmpuls saraf dan selanjutnya dikirim ke otak. Adanya kerusakan saraf dalam membawa informasi suara ke otak atau sebuah kerusakan yang terjadi di otak ketika memproses informasi juga bisa menjadi penyebab adanya gangguan pendengaran sensorineural. Gangguan pendengaran jenis ini dapat terjadi secara permanen dengan tingkat yang bervariasi mulai dari ringan, sedang hingga berat.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Telinga Tersumbat

Mengenai Resiko Tes Audiometri

Jenis tes audiometri ini cukup aman sehingga sangat direkomendasikan untuk menjadi salah satu tes pemeriksaan rutin. Jenis tes ini ialah non-invasif sehingga tidak membawa resiko atau berdampak negative.

Persiapan Audiometri

Jika pada tes pendengaran lainnya perlu dilakukan persiapan terlebih dahulu maka pada tes audiometri ini tidak diperlukan sebuah pemeriksaan khusus. Anda hanya perlu untuk membuat janji temu dengan audiolog terbaik dan mengikuti instruksi yang telah ditentukan oleh si audiolog.

Itulah informasi yang bisa kami berikan terkait dengan tes audiometri. Bagi anda yang membutuhkan konsultasi, perawatan pendengaran, tes pendengaran dan alat bantu dengar anda bisa menghubungi kami. Kunjungi kami di klinik pendengaran Jakarta untuk mendapatkan apa yang mungkin anda butuhkan!