Penyebab Telinga Sakit Dan Contoh Penyakitnya

telinga sakit

Pernahkan telinga anda merasakan sakit? Pasti sebagian banyak orang sudah merasakan hal ini. Lalu sempat berfikirkah anda mengenal apa itu penyebab sakit pada telinga? Mungkin ada beberapa orang yang sudah mengetahui apa itu penyebab telinga sakit namun belum secara lebih detail. Pada artikel ini kalian akan mengetahui berbagai macam penyebab kenapa telinga itu bisa juga mengalami sakit. Padahal jika ditinjau dari letak anatomi tubuh, organ telinga termasuk ke dalam salah satu indra yang setiap bagiannya banyak terletak di bagian dalam. Akan tetapi meskipun bagian-bagian telinga banyak terletak dibagian dalam, pada kondisi ini juga memungkinkan adanya gangguan. Nah, berikut ini akan dijelaskan mengenai penyebab dari sakit teliga oleh tim Hearing Center Tangerang.

Sakit telinga bisa disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan, salah satunya yaitu infeksi pada telinga. Sakit telinga juga bisa ditandai dengan adanya peradangan atau penumpukan cairan disalah satu bagian dari telinga. Sebelum memahami terkait dengan kondisi telinga sakit atau telinga terasa tidak nyaman lebih baiknya agar kita terlebih dahulu mengenal anatomi dari telinga sendiri. Anatomi telinga terdiri dari 3 bagian yang paling utama yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Setiap bagian-bagian ini memiliki peran tersendiri untuk dapat membuat anda mendengar suara dengan lebih baik. Jika terjadi adanya gangguan pada salah satu bagian telinga maka dapat membuat pendengaran terganggu. Hal ini bisa dicontohkan ketika terjadi gangguan pada telinga dalam maka bisa dikatakan bahwa terjadi adanya gangguan keseimbangan atau vertigo. Namun, apabila anda merasakan gangguan pendengaran atau nyeri pada telinga mugkin anda mengalami salah satu dari kondisi berikut ini:

Infeksi telinga

Infeksi pada telinga bisa disebabkan karena adanya rasa nyeri. Rasa nyeri ini meliputi infeksi daun telinga contohnya perikondritis; infeksi telinga luar otitis eksterna; hingga infeksi telinga tengah atau otitis media. Namun, infeksi telinga yang paling sering terjadi adalah infeksi telinga pada bagian tengah. Infeksi telinga pada bagian tengah ini bisa disebabkan jika tuba Eustachius tersumbat atau bengkak sehingga menimbulkan penumpukan cairan pada telinga bagian tengah. Penyumbatan ini bisa saja disebabkan karena flu, alergi, merokok, infeksi sinus, atau produksi lendir berlebihan. Biasanya gangguan ini terjadi pada anak-anak dibawah usia 10 tahun. Hampir 75% anak-anak yang menderita gangguan ini. Gejala infeksi dari telinga ini antara lain: berkurangnya pendengaran, nyeri dari dalam telinga, adanya benjolan di belakang telinga, dan keluarnya cairan dari telinga yang menyerupai nanah. Meskipun terjadi infeksi ringan pada telinga yang dapat sembuh dengan sendirinya, namun gejala yang muncul dapat disembuhkan dengan beberapa cara berikut ini:

  1. Mengonsumsi obat-obatan bebas, seperti dekongestan (pereda nyeri)
  2. Menggunakan obat tetes telinga untuk meredakan peradangan.
  3. Menempatkan kain hangat pada telinga yang terinfeksi.
Baca Juga :  Sindrom Ketegangan dan Penyakit Telinga Tinitus

Selain ini juga sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan telinga ke dokter spesialis THT jika sakit telinga tidak kunjung mereda atau jika terdapat tanda-tanda infeksi yang lebih berat lagi, seperti demam, sakit kepala, dan pusing. Sehingga dokter akan segera memberikan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi telinga tersebut.

Penyakit Meniere

Kondisi ini disebabkan oleh ketidaknormalan cairan di telinga yang menyebabkan vertigo secara mendadak. Kondisi dimana terjadi pusing berputar tiba-tiba dan tinnitus adalah dua gejala utama dari penyakit Meniere. Penyakit ini sering terjadi pada orang dewasa yang berusia sekitar 20-50 tahun. Penanganan penyakit ini dengan cara mengkonsumsi obat-obatan untuk vertigo dan suntikan pada telinga bagian tengah atau bisa juga dengan operasi.

Tinnitus

Tinnitus adalah kondisi di mana seseorang secara subjektif mendengar suara mendenging di dalam telinga yang bukan berasal dari luar tubuh. Gangguan ini bisa disebabkan adanya infeksi telinga tengah atau dalam. Namun penyebab dari tinnitus masih belum diketahui dengan lebih jelas. Biasanya penanganan kondisi ini dilakukan dengan mendiagnosis penyebab di balik tinnitus. Berikut ini beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengobati tinnitus antara lain:

  1. Jika kondisi ini disebabkan karena adanya gangguan pada pembuluh darah, maka akan ditangani dengan obat-obatan atau operasi.
  2. Menghilangkan kotoran telinga untuk mengurangi gejala tinnitus.
  3. Tinnitus dapat muncul karena mengkonsumsi obat-obatan tertentu, sehingga mengganti obat dapat mengurangi kondisi ini.
  4. Suara yang terlalu kencang juga dapat menjadi salah satu pemicu tinnitus, sehingga sebisa mungkin menghindari bunyi yang terlalu keras.

Barotrauma telinga

Kondisi ini terjadi karena adanya cedera telinga akibat perubahan tekanan udara atau air saat seseorang mendaki gunung, bepergian dengan pesawat, atau menyelam di kedalaman tertentu. Gejala utama dari barotrauma telinga adalah hilangnya pendengaran, telinga terasa buntu, nyeri, dan kepala pening. Sakit telinga ini dapat menyebabkan hilangnya pendengaran, misalnya karena penuaan, paparan suara bising, cedera kepala atau telinga, dan efek samping obat-obatan tertentu. Berikut adalah hal-hal yang dapat anda lakukan untuk menghindari penyakit ini antara lain:

  1. Hindarkan telinga bagian dalam dari paparan suara yang kencang dengan durasi lama, seperti jangan sekali-sekali tidur dengan keadaan earphone menyala yang masih terpasang pada telinga.
  2. Hindari berada di dekat pengeras suara.
  3. Hindari membersihkan telinga bagian dalam dengan cotton bud atau jepit rambut.
Baca Juga :  Benarkah Kolesteatoma Berupa Tumor Jinak?

Bagi anda yang membutuhkan konsultasi kesehatan telinga, anda bisa mengunjungi kami di Hearing Center Tangerang. Kami menyediakan berbagai kebutuhan untuk pendengaran anda.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.