Penyebab dan Cara Mengatasi Tuli Konduksi

tuli konduksi

Apakah kamu mengenal tuli konduksi? Tuli konduksi adalah sebuah kondisi atau situasi ketika telinga tidak dapat mendengar suara. Ohal ini di karenakan suara yang ada tidak dapat masuk ke telinga bagian dalam karena adanya masalah di gendang telinga, saluran telinga serta tulang-tulang pendengaran yang terletak di telinga bagian tengah. Gangguan tersebut dapat terjadi karena adanya sumbatan berupa kotoran telinga, adanya infeksi serta tumor yang ada di telinga bagian dalam. Yuk, kita bahas lagi lebih dalam ulasan tentang penyebab serta cara untuk mengatasi tuli konduksi bersama klinik pendengaran Jakarta berikut ini!

Penyebab Tuli Konduktif

Tuli konduktif bisa dikatakan sebagai salah satu gangguan pendengaran yang paling sering terjadi. Hal ini bisa terjadi karena adanya gangguan di jaringan ikat telinga ataupun di tulang pendengaran yang menyebabkan suara tidak dapat dihantarkan dengan baik. Tuli juga dapat terjadi karena adanya gangguan pada saraf telinga ataupun otak (tuli sensorineural).

Seorang pasien yang menderita penyakit ini biasanya hanya bisa mendengar suara yang keras dan tidak dapat mendengar suara yang pelan. Bahkan suara yang keras atau nyaring yang sempat terdengar itupun rata-rata hanya terdengar dengan lirih. Gangguan ini seringkali terjadi pada usia anak-anak dimana sang anak memiliki sebuah infeksi telinga berulang ataupun jika mereka sering memasukkan benda asing ke telinganya maka dapat berpotensi tinggi untuk terkena gangguan ini.

Berikut ini merupakan berbeagai penyebab penyakit tuli konduksi:

  1. Adanya cairan di telinga bagian tengah
  2. Terjadinya infeksi telinga tengah atau otitis media
  3. Infeksi pada saluran telinga atau otitis eksterna
  4. Adanya infeksi saluran eustachius yang menjadi penghubung antara telinga bagian tengah dan hidung
  5. Lubang gendang telinga yang berlubang
  6. Telinga bagian tengah dan luar terblokir oleh adanya tumor
  7. Saluran telinga terhambat oleh adanya kotoran telinga
  8. Adanya kelainan pada bentuk telinga yang disebabkan oleh cacat atau bawaan lahir, terjadinya cedera ataupun operasi di telinga
  9. Memiliki penyakit otosklerosis (sebuah kelainan yang membuat tulang di pendengaran yang terletak pada telinga bagian tengah menyatu dan kaku sehingga suara tidak dapat di salurkan)
Baca Juga :  Mengatasi Masalah Alat Bantu Dengar Anda

Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi penyakit ini maka di perlukan penyesuaian antara hal yang harus di lakukan dengan penyebab dari tuli serta bagaimana keparahannya. Berikut ini merupakan beberapa perlakuan yang akan di berikan oleh dokter kepada pasien penderita tuli konduksi:

1.    Pembersihan Kotoran Telinga

Hal pertama yang akan di lakukan oleh seorang dokter telinga kepada pasien yang menderita tuli tentunya adalah membersihkan kotoran yang ada di telinga terlebih dahulu. Beberpa metode pun digunakan agar telinga pasien bersih dari segala jenis kotoran. Contoh metode yang digunakan ialah irigasi telinga. Pada metode ini dokter akan menyemprotkan air garam steril atau cairan saline ataupun bisa juga minyak mineral ke dalam telinga. Dengan menggunakan bantuan cairan tersebut maka kotoran telinga menjadi lebih encer.

Cara seperti itu harus dilakukan oleh seorang dokter. Namun, apabila anda ingin melakukan pembersihan sendiri maka anda bisa bertanya terlebih dahulu kepada dokter terkait bagaimana cara melakukan pembersihan telinga yang aman.

2.    Pengobatan Telinga yang Infeksi

Kedua, dokter biasanya akan mengobati infeksi yang terjadi pada telinga terlebih dahulu. Infeksi telinga biasanya terjadi baik di telinga bagian dalam, tengah ataupun luar. Obat yang di berikan biasanya adalah obat antibiotic yang berbentuk cair sehingga di teteskan ke dalam telinga namun ada juga yang di minum. Di kasus-kasus tertentu, dapat di lakukan pembedahan apabila telinga mengalami cedera atau terdapat penumpukan nanah di telinga yang terletak pada bagian tengah. Hal ini dapat membuat telinga terasa radang dan bengkak. Pembedahan ataupun operasi yang di lakukan memiliki tujuan untuk mengeluarkan nanah yang ada di rongga telinga serta mencegah agar gendang telinganya tidak pecah.

Baca Juga :  Nikotin Menyebabkan Gangguan Pendengaran Bayi

3.    Menggunakan Alat Bantu Dengar

Selanjutnya, pengidap penyakit ini biasanya akan dibantu pendengarannya menggunakan alat bantu dengar. Alat ini ditempatkan di bagian belakang ataupun di saluran telinga langsung. Dengan adanya alat bantu dengar ini maka pasien dapat mendengar secara lebih lancar. Cara kerja yang ada pada alat ini adalah dengan mengubah getaran suara yang ada menjadi impuls listrik yang dapat di terima oleh saraf pendengaran. Oleh karena itulah pendengaran dapat berlangsung dengan lebih lancar.

Adanya alat bantu dengar ini membuat pasien tuli kondusi mampu untuk mendengar suara yang sebelumnya ia merasa kesulitan untuk mendengarnya. Contohnya adalah pada suara dengan volume yang lirih. Alat bantu dengar cukup banyak jenisnya. Untuk mengetahui alat bantu dengar mana yang cocok adalah dengan menggunakan jasa seperti klinik pendengaran Jakarta.

4.    Memasang Implan Koklea

Pemasangan implant koklea sebenarnya lebih baik di berikan kepada pasien tuli yang berjenis sensorineural. Akan tetapi, operasi juga tetap bisa di lakukan apabila hal ini terjadi pada penderita tuli konduksi yang merasa tidak terbantu dengan penggunaan alat bantu dengar. Adapun tujuannya adalah agar suara yang ada di luar dapat langsung di tangkap oleh saraf telinga. Maka, telinga bisa menerima suara dengan jelas.

Itulah informasi yang dapat kami berikan. Bagi anda yang membutuhkan konsultasi terkait pendengaran, yuk jangan ragu lagi untuk mengunjungi klinik pendengaran Jakarta agar dapat terbantu segala permasalahan anda terkait gangguan telinga.