6 Daftar Penyakit yang Bisa Menyebabkan Orang Hilang Pendengaran (Tuli)

penyakit telinga

Daftar penyakit yang bisa menyebabkan orang hilang pendengaran (tuli) penting diketahui. Penyakit satu ini bisa menyerang siapa saja sehingga Anda perlu mewaspadainya. Selain disebabkan oleh penyakit tuli ini juga bisa disebabkan oleh genetik. Selain itu tuli juga banyak disebabkan kecelakaan dan proses penuaan yang mana sering menurunkan kemampuan indera termasuk telinga. Berikut ini adalah beberapa daftar penyakit yang bisa menyebabkan orang hilang pendengaran (tuli) yang penting untuk Anda ketahui:

Meniere

Daftar penyakit yang bisa menyebabkan hilang pendengaran (tuli) pertama adalah Meniere. Penyakit telinga ini mengganggu aliran cairan telinga pada bagian dalam yang mana fungsinya adalah mengatur pendengaran dan juga keseimbangan. 

Orang yang mengalami penyakit telinga bagian dalam ini bisa mudah diketahui, orang tersebut akan sering merasa vertigo dan sensasi kliyengan. Oleh sebab itu saat ada pasien yang mengeluhkan vertigo, dokter akan memeriksa telinga bagian dalam lebih dahulu apakah bagian telinga tersebut bermasalah atau tidak. Baru jika tidak ditemukan masalah dokter akan memeriksa otak atau bagian sistem saraf pusat.

Meniere ini tidak boleh disepelekan karena saat dibiarkan terlalu lama tanpa pengobatan akan menyebabkan gangguan pendengaran bahkan sampai menyebabkan tuli. Penyebab Meniere adalah penumpukan cairan yang berlebihan di telinga bagian labirin sehingga menyebabkan gelombang suara tidak bisa ditangkap. Meniere hanya akan mengganggu salah satu sisi telinga saja entah itu kanan atau kiri dan sangat jarang terjadi pada kedua telinga.

Sampai saat ini penyebab pasti Meniere belum banyak diketahui. Para ilmuwan percaya bahwa penyakit ini disebabkan oleh perubahan cairan yang ada di dalam tabung telinga bagian dalam. Tidak hanya itu saja penyakit telinga bagian dalam disebabkan oleh penyakit autoimun.

Otosklerosis

Merupakan penyakit atau kondisi dimana pertumbuhan tulang telinga tidak normal. Penyakit satu ini menjadi penyebab tuli yang paling umum terjadi. Pertumbuhan tulang telinga di dalam bagian dalam bisa menyebabkan proses penangkapan suara sehingga gelombang suara tidak bisa ditangkap dengan baik oleh telinga.

Gejala paling umum dari penyakit ini adalah kepala terasa pusing, telinga terasa berdenging di salah satu atau keduanya, yang terakhir adalah secara bertahap pendengaran ini berkurang sedikit demi sedikit kemudian hilang sepenuhnya.

Campak Jerman

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rubella yang bisa mengganggu pertumbuhan janin. Virus ini menyerang janin yang sedang berkembang di dalam kandungan. Ada berbagai kelainan yang bisa muncul akibat serangan virus rubella salah satunya tuli karena virus menyerang saraf pendengaran. 

Gejala yang terjadi pada penderita campak Jerman tidak terlalu mencolok. Ada beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan karena gejala tersebut bisa menjadi penanda penyakit campak jerman seperti ruam berwarna merah muda, sendi terasa linu dan sakit. Gejala penyakit ini lainnya seperti pembengkakan kelenjar ketika hamil dan demam. Ibu hamil harus berhati-hati dengan kondisi ini jangan sampai terkena campak Jerman karena menyebabkan kecacatan permanen pada janin.

Gondongan

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan biasa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya kelenjar ludah bengkak dan meradang sehingga membuat pipi atau rahang menjadi bengkak. Selain pipi bengkak, gondongan in juga disertai dengan demam maupun sakit kepala.

Virus gondong yang tidak ditangani dengan baik ini bisa membahayakan. Virus gondong bisa merusak rumah siput di telinga bagian dalam. Bagian ini berisi sel rambut yang mampu mengubah getaran menjadi impuls saraf, setelah itu otak akan membacanya sebagai suara. Gondong menyebabkan tuli atau gangguan pendengaran ini tidak banyak terjadi, hanya saja Anda harus tetap mewaspadainya dan jangan menganggapnya remeh.

Presbikusis

Merupakan penyakit yang terjadi pada telinga bagian dalam dan tengah. Yang menyebabkan adalah pasokan aliran darah ke telinga sehingga terjadi gangguan pendengaran sensorineural. Selain itu yang menyebabkan penyakit satu ini adalah kerusakan organ dan saraf pendengaran. Yang berisiko mengalami penyakit ini adalah lansia berumur 65 tahun ke atas, sedangkan 40% sampai dengan 45% nya adalah lansia dengan umur diatas 75 tahun.

Demikianlah beberapa daftar penyakit yang bisa menyebabkan orang hilang pendengaran (tuli) yang harus Anda waspadai, jangan biarkan gangguan pendengaran menjadi berlarut-larut, konsultasikan gangguan pendengaran Anda di AQM Hearing Center, disini Anda bisa mendapatkan berbagai macam layanan terkait gangguan pendengaran dan alat pendengaran yang sangat lengkap, hubungi kontak untuk info lebih lanjut.

Baca Juga :  Fungsi Saluran Eustachius pada Telinga