Benarkah Kolesteatoma Berupa Tumor Jinak?

audiometri

Manusia dengan segala organ tubuhnya dapat memiliki gerak dan kehidupan yang normal apabila keseluruhannya berada pada tingkat normal. Ketidaknormalan salah satu organ tubuh bisa menjadi sebab dari ketidaknormalan kehidupan seseorang. Oleh karena itu, hampir seluruh penduduk bumi selalu menginginkan kehidupan dengan tubuh yang normal bukan? Salah satu organ tubuh yang memiliki peranan cukup penting adalah telinga. Tanpa adanya telinga yang normal, maka pendengaran juga akan terganggu. Selain itu, fungsi telinga sebagai keseimbangan tubuh juga akan terganggu.

Salah satu penyakit yang bisa mengganggu pendengaran atau mengganggu kinerja dari telinga adalah Kolesteatoma. Penyakit ini mampu menyebabkan pendengaran menurun bahkan bisa jadi tuli dan rusak secara permanen. Lalu, benarkah kolesteatoma berupa tumor jinak? Yuk, simak ulasan berikut bersama Klinik Pendengaran Depok!

Pengertian

Pada poin ini kita akan membahas tentan Kolesteatoma. Kolesteatoma atau juga ditulis dengan cholesteatoma ialah sebuah tumor jinak yang berada di area telinga bagian tengah atau juga berada di belakang gendang telinga. Penyebab dari munculnya ini biasanya karena adanya cacat lahir saat di usia bayi. Namun, secara umum hal ini bisa terjadi karena seseorang mengalami infeksi telinga yang terus berulang.

Kolesteatoma ini dapat terbentuk karena adanya kista yang dibarengi dengan adanya penumpukan sel kulit mati, lendir serta kotoran telinga. Dengan adanya penumpukan yang terus-menerus dan semaki membesar maka ia dapat menghancurkan struktur telinga di bagian tengah yang sudah terbentuk sebelumnya. Apabila kolesteatoma ini sudah menghinggapi telinga seseorang maka orang tersebut akan terganggu fungsi telinganya, keseimbangan tubuhnya serta otot-otot di sekitar wajahnya.

Penyebab

Pada ulasan di atas sudah disebutkan bahwa penyebab dari tumor jinak pada telinga ini adalah karena adanya infeksi telinga yang berulang. Namun, sebenarnya tumor jinak ini juga bisa disebabkan karena fungsi tabung eustachius yang terganggu. Tabung ini adalah sebuah saluran penghubung telinga tengah dengan saluran yang ada pada hidung. Pada kondisi yang normal, tabung eustachius ini akan bekerja dengan melakukan buka tutup yang dilakukan untuk menyamakan tekanan udara antara telinga bagian luar dan telinga bagian dalam. Akan tetapi, karena adanya infeksi maka fungsi dari tabung tersebut bisa terganggu.

Baca Juga :  Kenali Apa itu Barotrauma

Kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan tabung eustachius tidak bisa berfungsi dengan baik hingga menyebabkan tumor jinak adalah adanya flu atau pilek yang parah, sinusitis, infeksi pada telinga tengah (otitis media) serta alergi. Kondisi tersebut mampu membuat lendir semakin banyak dan dapat menyebar ke area salurang telinga bagian tengah dengan melewati ostia. Kemudian ia akan menumpuk di tabung eustachius dan tentu ini mampu menarik bakteri untuk berkembang biak disitu hingga menyebabkan infeksi pada telinga.

Gejala

Setiap penyakit pasti menunjukkan gejalanya sama seperti penyakit kolestatoma ini. Adapun gejala utama dari penyakit ini adalah adanya lendir di dalam telinga yang menandakan bahwa tumor jinak mulai membesar. Apabila tumor tersebut sudah menyerang telinga bagian tengah maka seseorang akan merasa ada tekanan di sekitar telinga, terdapat lendir yang baud an mengalir keluar telinga, penurunan tingkat pendengaran, munculnya rasa gatal pada telinga bagian dalam, pusing, nyeri belakang telinga dan munculnya kaku pada otot wajah.

Komplikasi Yang Bisa Terjadi

Penyakit yang tidak segera di obatii biasanya akan bertambah parah hingga menyebabkan munculmnya penyakit lainnya dan seringkali mengalami komplikasi. Begitupun dengan kolesteatoma ini jika tidak di obati maka ia akan semakin membesar serta lendir semakin banyak bertumpuk di dalam telinga. Kondisi yang kotor itu maka bisa jadi tempat untuk bakteri dan jamur berkembang dengan baik dan menginfeksi telinga.

Adanya peradangan yang berulang juga mampu menghancurkan struktur telinga bagian tengah sekaligus dengan gendang telinganya. Hal ini akan merusak struktur hingga mampu menyebabkan seseorang mengalami tuli secara permanen. Selain itu, komplikasi yang bisa terjadi lainnya adalah seperti rusaknya saraf di sekitar wajah, munculnya meningitis, adanya benjolan nanah di otak, vertigo, hingga yang paling fatal adalah mampu menyebabkan kematian.

Baca Juga :  Nikotin Menyebabkan Gangguan Pendengaran Bayi

Bisakah Mencegah Kolesteatoma?

Pepatah banyak yang mengatakan bahwa lebih baik kita mencegah daripada harus mengobati. Namun, untuk penyakit tumor jinak yang satu ini nyatanya keberadaannya tidak dapat dicegah. Maka kita harus benar-benar waspada dengan segala tanda serta gejalanya. Untuk meminimalisir resiko munculnya penyakit ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  1. Apabila anda sedang atau seringkali mengalami infeksi telinga, maka segeralah lakukan pengobatan dan tuntaskanlah hingga benar-benar selesai.
  2. Kita harus mampu mencegah munculmya infeksi telinga dengan faktor resikonya seperti pilek, flu, sinusitis serta alergi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan telinga dengan baik, meningkatkan sistem imun tubuh serta menghindari berbagai macam pemicu alergi.
  3. Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun, jaga kebersihan rumah serta jaga pula asupan. Makanlah makanan yang memiliki gizi dan bernutrisi.

Itulah informasi mengenai pengertian, penyebab, gejala, komplikasi serta pencegahan yang bisa dilakukan pada kolesteatoma. Bagi anda yang membutuhkan konsultasi terkait gangguan pendengaran anda bisa menghubungi kami dengan melihat kontak yang tertera yaitu di Klinik Pendengaran Depok. Semoga artikel ini membantu ya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.