4 Derajat Gangguan Pendengaran

gangguan pendengaran

Coba bayangkan, bagaimana jika anda memiliki gangguan pada pendengaran! Pasti anda akan kebingungan untuk memahami lawan bicara dan akan membutuhkan kefokusan yang lebih tinggi. Sehingga, supaya hal tersebut tidak terjadi tentu anda harus melakukan perawatan ekstra untuk telinga anda. Nah, ternyata gangguan pendengaran itu memiliki derajat keparahan tertentu loh. Hampir mirip dengan luka bakar namun apa bedanya? Yuk, simak ulasan berikut bersama Klinik Pendengaran Depok!

Penyakit Tuli

Gangguan pada pendengaran seperti penyakit tuli ternyata tidak seluruhnya penderita mengalami tuli total. Dalam mendiagnosa penyakit tersebut maka dokter tentu akan melakukan berbagai tahap pemeriksaan untuk memastikannya. Hal ini di karenakan setiap derajat memiliki kondisi yang berbedapp-beda sehingga pengobatan yang di lakukan juga akan berbeda. Anda tentu sangat di anjurkan untuk mengetahui derajat gangguan pendengaran dan tanda-tandanya.

Derajat Gangguan Pendengaran

Gangguan yang terjadi pada pendengaran dapat disebabkan oleh berbagai hal salah satunya ialah mengenai suara. Suara yang bisa memicu adanya gangguan pada pendengaran ialah suara yang memiliki volume tinggi atau keras yaitu lebih dari 85 desibel. Adapun bunyinya biasanya di miliki oleh mesin pemotong rumput, gergaji mesin, mesin penggiling padi dan lain sebagainya. Selain itu, ada pula bunyi yang lebih keras yaitu seperti suara pada acara seperti konser serta suara tembakan biasanya memiliki bunyi yang lebih keras yaitu lebih dari 120 serta 140 desibel.

Jika seseorang mendengar suara yang bising dengan volume lebih dari 140 desibel, maka biasanya telinga akan terasa nyeri. Selain decibel, hertz atau Hz juga bisa digunakan untuk alat pengukuran frekuensi serta nada. Pada uji pendengaran biasanya yang digunakan ialah pada rentang 250 hingga 8.000 Hz. Apabila di lakukan uji pendengaran menggunakan audiogram kemudian di lakukan pengukuran secara bersamaan maka decibel serta hertz ialah penunjuk derajat tuli bagi anda.

Baca Juga :  Apa itu Penyakit Barotrauma?

Berikut ini merupakan beberapa derajat tuli:

1.    Gangguan Pendengaran Ringan atau Mild Hearing Loss

Jenis gangguan pada pendengaran yang pertama ialah masalah pendengaran secara ringan atau sering pula di sebut Mild Hearing Loss. Bagi penderita jenis gangguan ini suara yang dapat di dengar adalah suara yang berkisar antara 26 hingga 40 desibel saja. Sehingga penderita tidak bisa mendengar suara lirih seperti suara detak jam ataupun suara air yang menetes dari kran. Penderita gangguan ini masih bisa mengikuti percakapan di lingkungannya namun jika dalam kondisi yang ramai ia tetap kesulitan untuk menangkap pendengaran.

2.    Moderate Hearing Loss atau Gangguan Pendengaran Sedang

Seseorang yang mendertia gangguan pada pendengaran dengan derajat sedang maka ia hanya bisa mendengar suara yang kurang dari 41 hingga 70 desibel. Biasanya penderita akan mengalami kesulitan untuk memahami percakapan dengan volume suara yang normal. Contohnya adalah ketika ada dering bel pintu hingga telepon, penderita akan mendengarnya dengan samar.

3.    Gangguan Pendengaran Berat atau Severe Hearing Loss

Pada gangguan yang berat atau severe hearing loss, seseorang bisa di katakan sedang mengalami gangguan pada pendengaran dengan kondisi yang lebih parah dari sebelumnya. Biasanya penderita hanya mampu mendengar suara yang berada di bawah 71 hingga 90 desibel. Jika sudah dalam derajat tuli yang ini, maka penderita tidak bisa mendengar seseorang yang berbicara jika tidak menggunakan alat bantu dengar atau sejenis amplifikasi lain. Untuk memahami percakapan, maka penderita hanya membaca dari gerak bibir.

4.    Profound Hearing Loss atau Gangguan Pendengaran yang Sangat Parah

Seorang penderita profound hearing loss bisa di katakan sebagai pemilik penyakit tuli yang sangat parah. Penderita hanya bisa mendengarkan suara yang memiliki derajat yang sangat tinggi yaitu tidak kurang dari 91 hingga 120 desibel. Solusi seperti menggunakan alat bantu dengar bisa saja tidak mempengaruhi apapun sehingga kurang efektif. Bahkan suara yang keras seperti mesin pesawat atau alarm kebakaran saja tidak dapat terdengar.

Baca Juga :  Suara Bising Menyebabkan Gangguan Pendengaran

 

Jika anda masih bisa mendengarkan suara yang berada pada -10 hingga 15 desibel maka anda tidak perlu mengkhawatirkan pendengaran anda.

Solusi Pendengaran Tiap Derajat

Apabila anda sudar merasa kesulitan untuk mendengar hingga meminta orang lain terus-terusan mengulangi pembicaraan, maka lebih baik anda segera memeriksakan diri ke dokter telinga, hidung dan tenggorokan atau THT. Indikasi lainnya adalah apabila anda tidak bisa mendengarkan music dengan volume pelan anda juga perlu melakukan pemeriksaan

Masalah pendengaran yang masih berada pada derajat yang ringan serta sedang maka anda bisa menggunakan alat bantu dengar yang sesuai dengan standart derajat masing-masing. Namun, jika derajat keparahannya sudah cukup tinggi maka hanya dua solusi yang bisa anda pilih. Yang pertama adalah si penderita harus melakukan implant koklea. Sedangkan yang kedua ialah penderita harus mempelajari tentang Bahasa isyarat. Hal tersebut tidak lain adalah untuk mempermudah komunikasi.

Itulah informasi seputar derajat keparahan pada pendengaran yang kami berikan. Bagi anda yang sedang mengalami gangguan pada pendengaran, anda bisa melakukan konsultasi dengan Klinik Pendengaran Depok. Yuk, untuk pencegahan jangan lupa untuk merawat telinga anda dengan baik dan sesuai prosedur ya.