13 Macam Penyakit Telinga yang Sering Muncul

14 Jenis Penyakit Telinga dan Gejalanya Yang Perlu Kamu Tahu

Telinga adalah salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi dan peran yang besar dalam kehidupan. Apabila organ ini rusak, tentu kita akan kebingungan dan kerusakan pada telinga akan mempengaruhi berbagai hal. Untuk itu, kita perlu menjaga kesehatan telinga dengan baik. Apabila merasa ada sesuatu yang mengganjal, segeralah untuk melakukan konsultasi ke Hearing Center Depok untuk segera mendapatkan perawatan. Penyakit telinga yang terus menerus di biarkan bisa memperparah keadaan hingga menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu.

Telinga

Telinga seringkali di sebut sebagai organ vestibulocochlear yaitu sebuah sistem sensorik yang memiliki dan terdiri dari beberapa organ penting. Ia berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan serta pendengaran. Dengan adanya telinga inilah maka seseorang bisa menangkap gelombang suara hingga mendengarkan suara yang ada di lingkungannya dan memahaminya. Terdapat tiga bagian telinga yang perlu anda ketahui yaitu sebagai berikut:

  1. Telinga Bagian Luar

Bagian terluar dari telinga ini di bentuk oleh pinna serta saluran pendengaran eksternal. Fungsinya adalah untuk menerima suara serta mengarahkannya ke telinga yang ada di bagian tengah.

  1. Telinga Bagian Tengah

Selanjutnya, telinga bagian tengah yang terbentuk oleh rongga serta mimbran timpani. Selain itu, ada juga tulang-tulang pendengaran, antrum mastoid serta sel-sel udara dan tuba Eustachius.

  1. Telinga Bagian Dalam

Teakhir, ada telinga bagian dalam yang terletak di dalam tulang temporal. Telinga bagian dalam ini di bagi menjadi labirin tulang serta labirin membran. Adapun fungsinya adalah untuk mengangkut impuls listrik yang akan di terima otak dalam bentuk suara. Jika impuls tersebut tidak di terima dengan baik ke otak dalam kondisi yang optimal, maka yang terjadi adalah adanya ketidaknyamanan hingga gangguan atau penyakit telinga.

Baca Juga :  Pemasangan Alat Bantu Dengar Depok

Penyakit Telinga

Di bawah ini adalah penjelasan dari penyakit telinga utama yang dapat mempengaruhi kemampuan pendengaran normal.

Penyakit Telinga

a.      Otitis Media

Penyakit otitis media ialah berupa peradangan pada telinga bagian dalam yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyebabkan cairan menumpuk di belakang gendang telinga. Apabila di rawat dengan baik, maka ini bukanlah sebuah penyakit telinga yang serius dan biasanya tidak datang hingga berkali-kali.

b.      Otosklerosis

Selanjutnya ialah penyakit Otoskelrosis yang merupakan adanya pertumbuhan abnormal tulang-tulang kecil di telinga tengah. Ini adalah salah satu penyebab paling umum dari gangguan pendengaran bertahap pada orang dewasa, tetapi pendengaran dapat dipulihkan dengan operasi.

c.       Tinnitus

Penyakit ini adalah adanya sensasi kebisingan di kepala, seperti dering konstan atau berdengung. Saat ini tidak ada pengobatan atau pengobatan ilmiah untuk kondisi ini.

d.      Penyakit Meniere

Jika 3 penyakit sebelumnya bisa di katakan tidak terlalu berat maka berbeda dengan penyakit yang satu ini. Penyakit Meniere ialah suatu kondisi kronis yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran bagian dari telinga bagian dalam. Gejalanya termasuk vertigo, gangguan pendengaran, tinitus dan perasaan tertekan atau “penuh” di telinga. Obat dapat diresepkan untuk membantu meringankan gejala. Pilihan lain adalah perangkat Meniett yang ditempatkan di telinga luar dan menghasilkan impuls tekanan mikro untuk menyeimbangkan tekanan cairan di telinga bagian dalam.

e.       Presbikusis

Pernahkah anda mendengar jenis penyakit Presbikusis? Penyakit ini adalah gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, hilangnya pendengaran secara bertahap pada orang dewasa seiring bertambahnya usia. Biasanya bilateral dan simetris, artinya terjadi pada kecepatan yang sama secara bersamaan di kedua telinga.

f.        Barotrauma

Penyakit Barotrauma ini adalah istilah untuk kerusakan fisik pada telinga yang disebabkan oleh perubahan barometrik (udara) atau tekanan air.

Baca Juga :  Jangan Sampai Asal, Berikut Cara Membersihkan Telinga yang Benar

g.      Trauma Akustik

Selanjutnya ada penyakit yang bernama Trauma Akustik. Penyakit ini adalah kerusakan telinga yang disebabkan oleh adanya suara keras yang tiba-tiba seperti ledakan, mesin keras atau konser musik. Dampak dan dampak kerusakan perlu dikaji dan dipantau dalam jangka menengah dan panjang.

h.      Gangguan Pendengaran Hendaya atau Anaskusis (Tuli)

Seseorang yang mengalami penyakit telinga ini akan kesulitan mendengar karena gangguan pendengaran parsial, unilateral, bilateral atau total. Ini mungkin keturunan atau konsekuensi dari penyakit, trauma, paparan kebisingan jangka panjang atau pengobatan agresif untuk saraf pendengaran. Alat bantu dengar atau implan koklea dapat digunakan untuk memperbaiki gangguan pendengaran.

i.         Exostosis

Exostosis ini adalah pertumbuhan tulang abnormal yang muncul di dalam liang telinga. Hal ini juga dikenal sebagai “telinga Surfer” karena dapat disebabkan oleh paparan angin dingin dan air. Jika ukurannya bertambah, pembedahan mungkin diperlukan.

j.         Sindrom Usher atau Retinitis Pigmentosa

Sebuah kondisi genetik langka yang memengaruhi penglihatan dan pendengaran.

k.       Neuroma Akustik

Neuroma Akustik ialah tumor jinak yang tumbuh lambat pada saraf vestibular di telinga bagian dalam yang dekat dengan otak. Perawatan termasuk operasi pengangkatan atau radiasi.

l.         Neuritis Vestibular

Kondisi ini berasal dari peradangan saraf vestibular di telinga bagian dalam, menyebabkan vertigo dan mual.

m.    Perikondritis

Ialah sebuah infeksi pada kulit dan jaringan yang menutupi tulang rawan bagian luar telinga. Dapat menyebabkan kemerahan, nyeri dan demam.

Itulah definisi serta beberapa penyakit telinga yang biasanya muncul baik secara umum maupun khusus. Bagi anda yang membutuhkan konsultasi terkait pendengaran jangan lupa untuk berkunjung di Hearing Center Depok ya. Dengan melakukan konsultasi, maka anda bisa mengetahui penyebab dan jenis gangguan atau penyakit telinga yang sedang anda hadapi.

Baca Juga :  Cara Deteksi Gangguan Pendengaran