Mengenal Tes BERA, Tes Deteksi Gangguan Pendengaran

tes bera

Gangguan pendengaran merupakan hal yang tidak di inginkan oleh siapapun. Hal ini tentunya karena gangguan ini sangat mengganggu kehidupan. Tidak semua gangguan pendengaran dapat di deteksi dengan cepat. Ada beberapa tahapan yang harus di lakukan sebelum benar-benar bisa mendeteksi gangguan pendengaran. Salah satu jenis bentuk tes yang bisa mendeteksi gangguan pendengaran ialah Tes Bera. Sudahkah anda mengetahuinya? Yuk, simak ulasan berikut bersama Klinik Pendengaran Tangerang untuk mengetahui dan memahaminya!

Tentang Tes Bera

Tes Bera memiliki kepanjangan yaitu tes brainstem evoked response audiometry. Jenis tes ini merupakan tes yang berfungsi untuk melakukan deteksi gangguan pendengaran. Kegiatan pendeteksian dengan tes ini berlangsung dengan sangat mudah sehingga tidak akan membuat pasien mengalami kesakitan. Karena kemudahannya tersebut maka pasien seringkali ketiduran saat melakukan atau menjalani pemeriksaan. Tes Bera ini merupakan salah satu bentuk pemeriksaan pendengaran yang bisa mengukur bagaimana aktivitas gelombang otak yang di gunakan untuk merespon nada tertentu.

Bentuk pemeriksaan ini bisa menjadi sebuah metode yang cukup efektif dalam melakukan pengukuran tentang bagaimana telinga menerima suara serta melakukan pengiriman ke otak. Adapun pengiriman ini di lakukan melalui saraf pendengaran. Seringkali tes ini disebut dengan tes ABR yang memiliki kepanjangan auditory brainstem response atau juga bisa BAER yang berarti brainstem auditory evoked response.

Hal-Hal Yang Perlu Disiapkan Sebelum Tes BERA

Sebelum anda melakukan sebuah pemeriksaan atau tes tertentu tentu anda akan di minta untuk melakukan beberapa persiapan. Dalam persiapan pemeriksaaan tes BERA biasanya pasien akan di minta untuk keramas di malam sebelum melakukan tes. Bagi mereka yang masih berusia anak-anak tentu akan membutuhkan obat-obatan supaya memiliki ketenangan dalam menjalani tes. Selain itu, ada beberapa pantangan atau instruksi terkait dengan anjuran makan dan minum bagi pasien. Hal ini di lakukan agar keselamatan si anak ketika menjalani perlakuan ini tetap terjaga. Orang tua akan di minta untuk membawakan barang-barang kesukaan si anak yang bisa membuatnya nyaman. Adapun contoh barangnya adalah seperti mainan ataupun selimut kesukaannya. Penundaan tes BERA bisa saja terjadi jika anak mengalami demam ataupun batuk serta tidak enak badan. Dalam hal ini dokter akan melakukan penjadwalan ulang di kemudian hari.

Baca Juga :  Siapa Yang Beresiko Terkena Tinnitus?

Orang Yang Memerlukan Tes Bera

Beberapa gangguan pendengaran akan sulit di ketahui sejak dini. Hal ini di karenakan proses gangguan pendengaran biasanya terjadi dengan pasti namun perlahan. Jika hal ini di biarkan terus menerus tentu bisa meyebabkan adanya kehilangan pendengaran. Kemudian kehilangan pendengaran ini bisa menimbulkan beberapa masalah lain seperti adanya masalah bahasa, bicara, kognitif, emosional hingga membuat seseorang mengalami stress. Maka dari itu di perlukan pemeriksaan pendengaran yang di lakukan sejak dini. Adanya tes Bera ini bisa di gunakan untuk melakukan pendeteksian masalah pendengaran pada bayi yang baru lahir, balita hingga pasien dengan berbagai usia yang kesulitan untuk menjalani pemeriksaan pendengaran.

Tentang Pelaksanaan Tes Bera

Apakah anda penasaran bagaimana langkah-langkah yang di lakukan untuk melakukan tes Bera? Simak langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Pertama pasien akan di minta untuk berbaring di kursi ataupun tempat tidur yang sudah di sediakan dalam kondisi tenang.
  2. Kemudian kulit kepala pasien akan di tempeli elektroda yang berbentuk stiker kecil. Elektroda ini juga akan di masukkan ke setiap daun telinga.
  3. Selanjutnya akan ada sebuah nada singkat yang di kirimkan pada pasien melakukan earphone yang di gunakan oleh pasien.
  4. Adanya elektroda ini di gunakan untuk melakukan penangkapan respons otak terhadap adanya suara-suara yang di masukkan tersebut kemudian ia akan merekamnya.

Jika pasien adalah anak-anak maka orangtua harus memastikan bahwa anak bisa tenang dan diam selama menjalani prosedur. Hal ini penting supaya bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Akan tetapi, biasanya anak-anak sulit untuk tenang jika tidak berada dalam kondisi tidur. Itulah mengapa obat penenang seringkali digunakan untuk menenangkannya. Adapun jenis obat penenang yang digunakan tentu sudah disesuaikan dengan usia serta berat badan si anak agar dosisnya juga sesuai. Pemeriksaan kemudian akan dilakukan apabila si anak sudah tenang atau tidur.

Baca Juga :  Fungsi Telinga Bagian Dalam Selain Mendengar

Fungsi Tes Bera

Tidak ada tes yang perlu dilakukan jika tidak memiliki fungsi apapun. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari Tes Bera:

  1. Membantu untuk melakukan diagnosis terkait dengan sistem saraf serta gangguan pendengaran (utamanya bayi baru lahir hingga anak-anak).
  2. Mengetahui bagaimana dan sebaik apa sistem saraf seseorang bekerja.
  3. Dapat menjadi sebuah pemeriksaan untuk bisa mengetahui kemampuan pendengaran orang yang tidak lolos pada tes pendengaran yang lain.
  4. Bisa mengurangi resiko cedera di saraf pendengaran serta otak ketika hendak melakukan operasi telinga.

Bentuk tes ini sangat dianjukan untuk menjadi sebuah tes skrinning pada pendengaran bayi baru lahir. Adanya tes skrinning pendengaran ini bisa membuat kita mengetahui apakah kita lulus atau gagal dalam tes skrinning. Jika seorang bayi dikatakan gagal pada tes skiring ini maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan spesifik lainnya.

Itulah ulasan yang bisa kami berikan terkait dengan tes Bera. Bagi anda yang membutuhkan layanan konsultasi dan perawatan pendengaran jangan lupa untuk mengunjungi kami di Hearing Center Tangerang!