Bagaimana Cara Kerja Pemeriksaan BERA

cara kerja pemeriksaan bera

Pernahkah anda mengenal istilah BERA atau brainstem evoked response audiometry? Bera merupakan salah satu bentuk tes pendengaran untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran pada manusia. Tes biasanya berlangsung dengan mudah serta tidak menyakitkan. Ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana cara kerja pemeriksaan BERA? Yuk, simak ulasan berikut bersama Hearing Center Depok!

Tentang Brainstem Evoked Response Audiometry

Sebelum mengetahui cara kerja pemeriksaan Bera, lebih baik jika kita mengetahui dulu tentang definisi tes Bera itu sendiri. Ya, tes bera adalah sebuah pemeriksaan untuk mendeteksi adanya gangguan pendengaran dengan mengukur aktifitas gelombang otak yang di gunakan untuk mengukur bagaimana telinga bisa menerima suara serta mengirim ke otak melalui saraf pendengaran itu sendiri.

Tes pendengaran yang satu ini seringkali disebut dengan ABR atau auditory brainstem response bisa juga brainstem auditory evoked response atau BAER. Pemeriksaan pendengaran menggunakan tes ini bisa di katakan bukan seperti tes biasa yang melibatkan pasien untuk merespon secara sukarela.

Kapan Waktu untuk Tes Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA) diperlukan?

Tindakan berupa tes BERA ini bisa membantu menentukan kemampuan pendengaran pada telinga anak saat mengirimkan suaranya ke otak. Hal ini bisa membantu anda untuk mengetahui kemampuan pendengaran karena anak-anak tidak bisa menunjukkan seberapa kemampuan pendengaran. Sehingga orang tua bisa mengetahui kemampuan pendengaran anakanya. Melalui pemeriksaan maka anda bisa melakukan perencanaan perawatan telinga yang terbaik untuk anak anda.

Tes BERA juga sangat di perlukan ketika anda akan melakukan operasi telinga. Hal ini penting untuk meminimalisir adanya resiko cedera di saraf pendengaran serta otak. Bayi yang baru lahir juga membutuhkan skrining salah satunya melakukan tes BERA. Tes skrining pada pendengaran merupakan sebuah pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui lulus atau tidaknya. Apabila bayi tersebut gagal melakukan tes ini maka, maka dibutuhkan pemeriksaan tes lainnya.

Baca Juga :  Macam-Macam Penyakit Telinga yang Tidak Berbahaya, Tetap Wajib Waspada

 

Manfaat Tes BERA

Berikut adalah manfaat yang bisa anda dapatkan jika melakukan Tes BERA:

  1. Dapat membantu mendiagnosis masalah pada sistem saraf serta gangguan pada pendengaran (terutama hal ini terjadi pada anak-anak serta bayi yang baru lahir)
  2. Mengetahui tentang kondisi sistem saraf ketika bekerja
  3. Dapat mengetahui kemampuan pendengaran orang ketika tidak lolos melakukan tes pendengaran yang lain

Siapa yang Harus Melakukan Tes BERA?

Tes pendengaran BERA harus dilakukan sejak awal supaya gangguan pendengaan pada anak bisa diketahui sejak awal. Beberapa orang yang harus segera melakukan tes BERA adalah sebagai berikut:

  1. Bayi yang baru lahir
  2. Balita
  3. Pasien gangguan pendengaran yang kesulitan untuk mengikuti pemeriksaan pendengaran yang lain

Yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani tes BERA

Ada beberapa hal yang harus di lakukan sebelum menjalani tes BERA. Pertama anda biasanya akan di minta untuk keramas di malam hari sebelum melakukan pemeriksaan tes BERA. Anak-anak yang akan menjalani biasanya juga di berikan obat-obatan untuk membuat mereka tenang ketika pemeriksaan sedang berlangsung.

Dokter biasanya juga akan memberikan instruksi khusus tentang anjuran serta pantangan terkait dengan makanan dan minuman demi keselamatan pasien saat melakukan tindakan. Anda mungkin juga akan di minta untuk membawa beberapa barang kesukaan anak yang bisa membuat nyaman sang anak. Contohnya adalah mainan kesayangan anak atau selimut kesukaannya. Dokter biasanya juga bisa menunda tes BERA pada anak jika ia mengalami demam, batuk atau rasa tidak enak badan.

Bagaimana Cara Kerja Pemeriksaan BERA?

Berikut adalah beberapa langkah dan cara kerja pemeriksaan BERA:

  1. Pertama pasien di minta untuk berbaring di kursi ataupun tempat tidur. Pasien juga di minta untuk tetap tenang.
  2. Selanjutnya dokter akan menempelkan elektroda berbentuk stiker kecil di kulit kepala pasien serta daun telinga.
  3. Kemudian dokter akan mengirim nada singkat melalui earphone yang anda kenakan selama melakukan pemeriksaan.
  4. Selanjutnya elektroda akan menangkap respon otak terhadap suara serta merekam moment tersebut.
Baca Juga :  Cara Mengatasi Kotoran Telinga Yang Kering

Ketika menjalani pemeriksaan BERA, anda di minta untuk tetap diam. Jika yang di periksa adalah anak anda, maka anda harus memastikan bahwa anak anda tetap berada pada kondisi yang tenang ketika menjalani pemeriksaan. Biasanya anak akan sulit untuk berada pada kondisi tenang sehingga seringkali di berikan obat penenang.

Untuk jenis obat penenang serta dosisnya biasanya di sesuaikan dengan usia si anak serta berat badannya. Kemudian ketika anak sudah mulai tenang dan tidur, dokter akan melakukan pemeriksaan.

Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Tes

Setelah melakukan tes BERA, maka audiolog akan memberikan hasil tes kepada dokter untuk dilakukan analisis. Bagi anak yang tertidur karena efek obat bius biasanya akan dipantau oleh petugas kesehatan hingga si anak bangun dan sadar. Selajutnya anak sudah bisa dibawa pulang dan melakukan aktifitas seperti biasanya.

Hasil Tes BERA

Hasil dari Tes Bera yang normal biasanya bervariasi. Adapun hasil abnormal biasanya ditunjukkan melalui tanda sebagai berikut:

  1. Penurunan kemampuan pendengaran dan kehilangan pendengaran
  2. Neuroma akustik
  3. Stroke
  4. Kerusakan otak
  5. Tumor otak
  6. Adanya gangguan bicara
  7. Multiple sclerosis

Jika tes menunjukkan hasil yang abnormal maka akan dilakukan tes dan pemeriksaan lanjutan.

Itulah informasi yang bisa kami berikan seputar cara kerja pemeriksaan BERA. Bagi anda yang membutuhkan konsultasi terkait gangguan pendengaran, langsung kunjungi kami di Hearing Center Depok!