Nikotin Menyebabkan Gangguan Pendengaran Bayi

gangguan pendengaran

Tubuh yang terpapar oleh zat nikotin memiliki resiko yang cukup tinggi untuk terkena penyakit tertentu. Paparan nikotin ini tidak hanya beresiko bagi orang dewasa saja melainkan juga pada anak kecil bahkan seorang bayi. Benarkah nikotin berbahaya bagi bayi dan bisa menimbulkan gangguan pendengaran? Yuk, simak ulasan berikut untuk informasi lebih lengkapnya bersama Klinik Pendengaran Jakarta!

Nikotin dan Gangguan Pendengaran Pada Bayi

Aktivitas merokok memang di nilai sangat negative karena dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya. Hingga saat ini, dampak konsumsi rokok atau nikotin masih menjadi momok yang menakutkan. Berbagai dampak penyakit bisa saja terjadi baik bagi perokok aktif bahkan yang paling parah adalah para perokok pasif. Namun, sayangnya hingga saat ini pula masih banyak orang yang enggan untuk berhenti merokok. Padahal dampaknya sangat besar terutama bagi perokok pasif. Perokok pasif adalah mereka yang tidak dengan sengaja mengonsumsi rokok. Adapun prosesnya adalah saat seseorang berdampingan dengan perokok aktif dan tidak sengaja menghirup asap rokok.

Efek terkena asap rokok ini tidak hanya berlaku bagi orang dewasa. Melainkan juga anak kecil hingga bayi. Efek dari paparan nikotin ini bahkan bisa menyebabkan seorang bayi mengalami gangguan pada pendengarannya.

Tentang Nikotin

Nikotin adalah sebuah senyawa kimia organic dari kelompok alkaloid yang terdiri dari karbon, hydrogen, nitrogen serta oksigen. Adapun zat alami ini adalah hasil dari tumbuhan. Nikotin sendiri memberikan efek kepada penggunanya yaitu seperti lebih merasakan sensasi relaks. Apabila zat ini telah di serap oleh tubuh maka zat tersebut akan memberikan sebuah rangsangan. Rangsangan yang di maksud adalah rangsangan ke otak untuk menghasilkan sebuah hormone ndorphin.

Baca Juga :  Macam-Macam Gangguan Pada Telinga

Hormone endorphin adalah hormone yang bisa memberikan efek seperti berkurangnya rasa sakit, dapat membuat seseorang merasa lebih relaks serta nyaman. Selain hormone endorphin, ada lagi satu jenis hormone yang dapat berproduksi ketika tubuh menyerap nikotin yaitu hormone dopamine. Hormone dopamine adalah hormone yang dapat meningkatkan konsentrasi serta semangat dan percaya diri.

Bahaya Nikotin

Tahukah anda bahwa dalam satu batang rokok saja itu terkandung kurang lebih satu milligram nikotin. Nah, ketika rokok itu di hisap kemudian asap yang di hasilkan masuk ke paru-paru maka si nikotin ini akan berpindah jalan yaitu melewati alveoli. Alveoli ialah sebuah bagian yang ada di paru-paru. Bagian tersebut berupa kantung tempat pertukaran antara udara yang bersih dengan udara yang kotor.

Bahaya Nikotin Bagi Pendengaran Bayi

Anda dan kita semua pasti sudah menyadari akan bahanya dari nikotin. Mulai dari menyebabkan penyakit jantung, kanker, paru-paru dan lain sebagainya. Banyak sekali imbauan untuk berhenti merokok serta kita di minta untuk tidak menjadi perokok pasif. Imbauan tersebut seringkali terdengar baik di TV ataupun pada poster-poster di jalan raya. Bahkan wadah rokok sendiri sudah memperingatkan apa saja bahaya dari merokok. Namun sayangnya hingga saat ini itu hanyalah sebuah imbauan saja.

Merokok tetap menjadi aktifitas yang menyenangkan bagi mereka yang sudah kecanduan. Bahkan ada pula yang berani merokok di dekat bayi. Padahal, menurut berbagai penelitian yang salah satunya adalah yang telah di terbitkan di The Journal of Physiologi dimana adanya paparan nikotin baik sebelum hingga sesudah bayi itu lahir daapat berefek bagi kesehatan bayi. Salah satunya adalah sang bayi bisa saja gangguan pendengaran karena perkembangan yang tidak normal di batang otak pendengaran.

Baca Juga :  Infeksi Telinga Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pada sebelum kelahiran, bisa disebabkan oleh ibu hamil yang merokok, mengisap vape ataupun melakuka  terapi penggantian nikotin. Hal ini akan merusak perkembangan otak si janin. Selain itu, bayi memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami kelahiran secara premature, berat badan bayi akan mengalami penurunan serta angka kematian bayi secara mendadak semakin meningkat.

Apabila sang ibu terpapar nikotin secara terus menerus pada saat sebelum hingga sesudah melahirkan maka batang pendengaran (area otak yang memiliki peran menganalisis pola suara) akan berkembang secara tidak normal. Anak yang terpapar nikotin tersebut juga akan mengalami kesulitan dalam belajar bahkan memiliki masalah dalam mengembangkan Bahasa.

Detail prosesnya ialah, bayi yang terkena paparan nikotin ini akan mendapatkan input dari koklea (yang merupakan organ sensorik di telinga) tidak efektif dalam melakuksan transmisi sinyal ke neuron batang otak pendengaran lain. Adapun sinyal yang di transmisikan tersebut tentu akan menjadi kurang presisi. Sehingga hal ini akan memperburuk pengkodean pola suara. Hal inilah yang menjadi penyebab sehingga bayi akan sulit melakukan proses pendengaran.

Nikotin Berbahaya

Ya, sudah jelas bahwa nikotin dapat membahayakan semua kalangan usia. Maka dari itu, aktifitas merokok perlu dengan segera di hentikan. Bagi anda yang merokok, hentikanlah karena lingkungan anda juga akan merasakan dampaknya. Bagi anda yang tidak merokok, yuk lindungi diri sendiri dengan menjauhi asap rokok terutama bagi anda yang sedang hamil. Hal tersebut semata-mata hanya untuk kesehatan anda sendiri dan untuk pertumbuhan anak anda supaya lebih optimal.

Bagi anda yang memiliki permasalahan terkait gangguan pendengaran, yuk konsultasikan saja masalahmu dengan AQM Hearing Center.