Pentingnya Tes Pendengaran Pada Bayi Baru Lahir, Orang Tua Wajib Tahu!

Pentingnya tes pendengaran pada bayi baru lahir

Pentingnya tes pendengaran pada bayi baru lahir wajib diketahui orang tua.  Setiap orang tua pasti menginginkan bayi yang terlahir sehat dan normal. Namun ada beberapa kondisi yang mana menyebabkan bayi mengalami kondisi abnormal, salah satunya adalah mengalami gangguan pendengaran.  Bayi dengan gangguan pendengaran ini tidak akan terdeteksi jika tidak melakukan tes pendengaran. Lalu seperti apa pentingnya tes pendengaran pada bayi baru lahir tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini:

Seberapa Penting Tes Pendengaran Pada Bayi?

Pentingnya tes pendengaran pada bayi

Kemampuan mendengar bayi ini akan muncul sejak masih ada di dalam kandungan.  Sayangnya ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kemampuan mendengar bayi ini berkurang seperti infeksi rubella dan sebagainya. Bayi yang lahir secara prematur dan kelainan bawaan ini akan menyebabkan bayi menjadi tidak bisa mendengar.

Gangguan sekecil apapun pada pendengaran bayi jika tidak segera diatasi bisa mempengaruhi komunikasi dan bahasanya. Alasan inilah yang menyebabkan tes pendengaran bayi penting dilakukan. Jika tidak terdeteksi ada berbagai macam efek buruk yang bisa dialami bayi seperti mengalami gangguan wicara dan sebagainya.

Gangguan Pendengaran Mempengaruhi Tumbuh Kembang Bayi

Pentingnya tes pendengaran pada bayi baru lahir harus disadari oleh semua orang tua. Hal itu karena gangguan pendengaran akan menyebabkan berbagai macam efek yang merugikan bagi bayi tersebut kedepannya.

Yang penting diketahui oleh orang tua adalah perkembangan kecerdasan si kecil ini melibatkan 5 panca indera sekaligus. Jika ada masalah pada salah satu  panca indera ini akan menyebabkan tumbuh kembang bayi menjadi terganggu dan tidak mampu meraih kecerdasan seperti yang orang tua inginkan. Selain itu proses belajar mengenal dunia yang dilakukan bayi ini juga akan terkendala.

Baca Juga :  Kenali Efek Samping Memakai Headset

Sejak lahir ini si kecil akan memulai proses belajar dengan mendengarkan suara yang ada di sekitar.  Karena alasan itu pendengaran ini menjadi unsur yang penting bagi bayi untuk belajar bicara, membaca bahkan membuat perkembangan otak bayi menjadi lebih baik.

Penyebab Tuli Sejak Lahir

Menurut data yang ada 1 sampai dengan 3 bayi dari 1000 bayi yang ada di Amerika Serikat memiliki pendengaran yang tidak biasa. Menurut CNN, diperkirakan sebanyak 5.000 bayi yang baru lahir di Indonesia ini mengalami tuli kongenital. Tuli ini disebabkan oleh bawaan dan genetik sejak lahir.

Ada beberapa penyebab tuli ini dimana penyebab pertama adalah gen yang ada di dalam keluarga. Jika dalam anggota keluarga ini ada yang mengalami gangguan pendengaran maka besar kemungkinan bayi akan mengalami hal sama.  Penyebab selanjutnya adalah bayi yang lahir secara prematur.  Alasan mengapa bayi yang lahir prematur ini bisa mengalami tuli adalah perkembangannya belum maksimal.

Di dalam kandungan bayi masih bisa tumbuh dan berkembang termasuk organ yang dimilikinya. Sayangnya ia malah terlahir ke dunia sehingga organnya belum berkembang maksimal. Selain telinga, organ yang belum berkembang secara sempurna adalah jantung, paru-paru bahkan kulit. Penyebab lainnya adalah kuning, anoksia dan tidak bisa bernafas ketika dilahirkan.

Dengan adanya tes pendengaran pada bayi baru lahir orang tua bersama dengan dokter bisa mengetahui secara cepat jika si kecil terdeteksi mengalami gangguan pendengaran atau tuli. Jika ditemukan kelainan si kecil akan mendapatkan perawatan medis khusus sehingga bisa memberikan perbedaan yang signifikan untuk mengembangkan komunikasi maupun kemampuan bahasanya di masa depan.

Jenis Tes Pendengaran untuk Bayi

Tes pendengaran pada bayi ini bisa dilakukan pada saat bayi berusia 2 hari atau paling lambat saat usianya 1 bulan. Tujuannya agar gangguan pendengaran pada bayi ini bisa terdeteksi dengan baik.  Lama pengetesan ini 5 sampai 10 menit, tes juga tidak akan menyakitkan atau mengganggu kenyamanan bayi.

Baca Juga :  CARA MENGOBATI INFEKSI TELINGA

Ada dua jenis tes yang bisa dilakukan orang tua dimana yang pertama AABR atau yang biasa disebut dengan Automated Auditory Brainstem Response. Dokter akan menggunakan alat sensor yang dihubungkan ke komputer untuk tahu aktivitas gelombang otak bayi.

Jenis tes yang kedua adalah OAE atau Otoacoustic Emissions. Tes ini digunakan untuk mengukur gelombang suara yang ada pada bagian dalam. Perangkat kecil diletakkan di telinga bayi untuk menghasilkan bunyi lembut kemudian merekam respon telinga terhadap bunyi itu.

 

Kini Anda sudah tahu pentingnya tes pendengaran pada bayi baru lahir, percayakan tes pendengaran pada AQM Hearing Center, klinik gangguan pendengaran satu ini memiliki layanan yang lengkap mulai cek kemampuan pendengaran, konsultasi gangguan pendengaran sampai melayani alat bantu dengar, hubungi kontak untuk memulai konsultasi lebih lanjut.