Macam-Macam Penyakit Telinga yang Tidak Berbahaya, Tetap Wajib Waspada

Macam-Macam Penyakit Telinga yang Tidak Berbahaya

Hampir semua orang pernah mengalami yang namanya gangguan pendengaran. Mayoritas penderitanya adalah para lansia atau mereka yang sudah berusia tua. Namun, orang dengan usia muda pun tetap memiliki risiko terkena penyakit telinga. Apalagi mereka yang punya kebiasaan buruk, ancaman terkena penyakit telinga menjadi semakin tinggi.

Tingkat keparahan penyakit telinga tentu berbeda-beda. Ada yang terkena gejala ringan dan ada yang terkena gejala parah. Skenario terburuknya, penyakit telinga bisa menyebabkan penderitanya terkena tuli permanen. Nah, tuli permanen adalah efek jangka panjang yang dimulai dari gejala  ringan terlebih dahulu. Oleh karena itu, Anda wajib mengenali macam-macam penyakit telinga yang tidak berbahaya untuk pencegahan di masa depan

Sumbatan Telinga oleh Kotoran

Macam-Macam Penyakit Telinga yang Tidak Berbahaya

Tahukah Anda kalau cairan kotoran merupakan produksi dari kelenjar di telinga. Cairan ini berfungsi melindungi telinga dari benda-benda asing yang mencoba masuk ke dalam telinga. Contohnya, ketika ada serangga yang mencoba masuk, maka ia tidak akan bertahan lama dan akan langsung mati. Jadi, cairan ini berperan sebagai sistem proteksi tubuh yang melindungi organ bagian telinga.

Hanya saja, jika produksi cairan ini berlebih maka bisa menimbulkan masalah lain. Misalnya, saluran telinga yang jadi tersumbat yang mengganggu fungsi pendengaran seseorang. Kondisi ini memang tidak berbahaya. Hanya saja, jika dibiarkan lama maka bisa saja menimbulkan infeksi dan merusak fungsi telinga secara permanen.

Kebiasaan buruk membersihkan telinga menjadi penyebab utama penyakit ini. Ditambah lagi penggunaan cotton bud yang tidak sesuai aturan, justru berpotensi mendorong kotoran ke bagian dalam telinga. Hasilnya, sumbatan pun semakin parah dan memperburuk kondisi telinga. Oleh karena itu, banyak dokter THT tidak menyarankan penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga.

Baca Juga :  Mengenal Alat Bantu Dengar Isi Ulang

Gejala Telinga Berdenging

Macam-macam penyakit telinga yang tidak berbahaya lainnya adalah telinga berdenging. Pernahkah Anda mengalami telinga berdenging tiba-tiba? Dalam dunia medis, istilah telinga berdenging dikenal dengan sebutan tinnitus. Gejala ini bisa muncul secara berkala, kadang hilang dan bisa muncul tiba-tiba. Selain berdenging, orang yang mengidap penyakit ini mengalami gejala seperti telinga bergema, berdesis, atau pendengaran suara-suara aneh di dalam telinga.

Sebenarnya, telinga berdenging tidak terlalu berbahaya jika frekuensinya masih ringan. Namun, jika mengalami gejala secara konsisten dan terus menerus, barulah Anda wajib waspada. Telinga berdenging bisa menjadi penyebab kerusakan permanen yang akan merusak di masa depan. Periksakan diri ke dokter THT untuk mendapat resep dan saran yang terbaik.

Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga pecah adalah kondisi serius yang mengancam fungsi pendengaran. Gejala ini muncul akibat rusaknya selaput timpani yang ada di bagian dalam telinga kita.  Jika kerusakan masih di fase awal maka penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, proses alami ini membutuhkan kurun waktu tertentu tergantung masing-masing individu.

Lalu, bagaimana jika kerusakan tidak kunjung membaik? Solusi terbaik untuk masalah ini adalah datang ke doter THT terdekat. Ingatlah bahwa gendang telinga pecah rawan terkena infeksi jika dibiarkan. Apalagi jika kurang paham merawat kondisi telinga, maka gejala ini akan menimbulkan efek yang sangat serius. Tak jarang orang harus kehilangan pendengaran mereka akibat mengalami gendang telinga pecah. Oleh karena itu, rawatlah telinga Anda dan hindari aktivitas yang bisa merusak pendengaran.

Solusi Mengatasi Penyakit Telinga

Solusi terbaik dalam mengatasi penyakit telinga adalah dengan melakukan pencegahan. Anda bisa memulainya dengan tidak melakukan aktivitas berat yang berpotensi mengganggu organ telinga. Misalnya, tidak mendengarkan suara keras secara berlebih, melindungi bagian telinga dari benturan, dan rutin membersihkan telinga secara teratur.

Baca Juga :  Keterkaitan Gangguan Pendengaran dan Usia

Jika teranjur mengidap penyakit telinga serius, maka datanglah ke dokter THT untuk penanganan profesional. Dokter akan memberi obat untuk kondisi Anda dan mengembalikan fungsi pendengaran seperti semula.

Selain itu, terapi alat bantu dengar (ABD) menjadi solusi lain yang recommended. Alat bantu dengar bisa mengatasi macam-macam penyakit telinga yang tidak berbahaya, penyakit berbahaya, hingga tuli permanen. Nah, alat ini bisa Anda dapatkan di AQM Hearing Center. Klinik ini menyediakan tenaga ahli profesional untuk Anda yang butuh konsultasi. Nantinya, Anda bisa mendapat rekomendasi alat bantu dengar terbaik sesuai dengan gejala yang dialami. AQM Hearing Center juga menyediakan banyak pilihan ABD berkualitas dengan penawaran harga yang bervariasi.