Begini Prosedur Tes Pendengaran yang Menarik Anda Ketahui!

Prosedur tes pendengaran ini wajib diketahui. Terutama bagi Anda yang ingin melakukan tes pendengaran. Tes ini tidak hanya bisa Anda lakukan saat pendengaran bermasalah saja, namun wajib dilakukan secara berkala karena penurunan pendengaran ini bisa terjadi perlahan-lahan. Tes pendengaran sendiri merupakan prosedur untuk memeriksa kemampuan pendengaran seseorang. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur seberapa baik gelombang suara yang bisa sampai ke otak.

Prosedur tes pendengaran ini berbeda-beda tergantung dengan tes yang akan dilakukan. Tes pendengaran ini tidak hanya satu atau dua saja namun lebih dari dua macam sehingga prosedur yang dilakukan berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis tes pendengaran beserta prosedurnya yang menarik untuk Anda ketahui:

OAE

tes pendengaran

Merupakan singkatan dari Otoacoustic Emissions dimana tes ini digunakan untuk memeriksa telinga pada bagian dalam terutama bagian rumah siput atau yang biasa disebut dengan koklea. Tes ini banyak dilakukan pada bayi baru lahir namun juga bisa dilakukan pada orang dewasa.

Prosedur tes pendengaran satu ini menggunakan earphone dan mikrofon yang diletakkan di liang telinga. Dokter akan mengantarkan suara ke telinga pasien melalui earphone tersebut kemudian mikrofon ini akan mendeteksi respons dari koklea.

Respons yang dihasilkan koklea akan tampil di layar monitor sehingga pasien tidak perlu memberikan tanda apapun ke dokter jika ia telah mendengar suara. Dari tampilan monitor dokter bisa menilai suara apa yang mampu menghasilkan respons dan bagaimana kekuatan responnya.

Melalui tes ini dokter mampu mengetahui jenis gangguan pendengaran yang dialami pasien itu. Tes ini juga mampu mendeteksi penyumbatan yang terjadi pada bagian luar maupun pada bagian tengah telinga.

Audiometri Nada Murni

Di dalam tes ini dokter akan menggunakan audiometri yaitu alat yang mana bisa menghasilkan nada murni. Alat ini mampu didengarkan pada pasien melalui headphone dalam nada yang mana frekuensi dan intensitasnya juga bervariasi. Frekuensinya ini mulai dari 250 Hz sampai 8.000 Hz.

Baca Juga :  Terapi Oksigen Untuk Membantu Mengobati Gangguan Pendengaran

Tes dimulai dengan volume suara yang masih terdengar jelas. Baru setelah itu dikurangi perlahan-lahan. Dalam tes ini pasien diminta untuk menggunakan headphone. Setelah itu dokter akan membunyikan suara melalui headphone tersebut.  Volumenya bervariasi kemudian dokter akan meminta pasien mengulang kata yang didengarkan.

Tes Bisik

Prosedur tes pendengaran ini mudah dimana dokter akan meminta pasien menutup sebelah telinga dengan menggunakan jari. Dokter mulai membisikkan kata yang mana dikombinasikan huruf dan juga angka. Setelah itu pasien akan diminta untuk mengulang apa yang sudah dokter bisikkan tersebut.

Ketika dokter berbisik, jarak dokter ini kurang dari 1 meter di belakang pasien. Tujuannya agar pasien tidak membaca gerak bibir dokter. Dokter biasanya melakukan kombinasi huruf dengan angka berbeda. Dokter juga akan membisikkan kata yang lebih keras supaya pasien bisa mendengarnya.

Jika tes di satu telinga selesai, tes akan diulangi di telinga yang lain. Pasien dinyatakan lulus jika ia mampu mengulangi kombinasi huruf, angka maupun kalimat yang diucapkan dokter. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah gangguan pendengaran tersebut terjadi pada satu atau dua telinga.

Tes Audiometri Tutur

Prosedur tes ini digunakan untuk mengetahui seberapa keras suara yang harus didengarkan agar pasien ini bisa mendengarkannya. Tes ini juga memiliki tujuan apa pasien mampu memahami bahkan mampu membedakan kata yang diucapkan oleh dokter.  Prosedurnya pasien akan diminta menggunakan headphone. Dokter akan mendengarkan beberapa kata melalui headphone dengan volume yang bervariasi. Pasien tersebut akan diminta untuk mengulangi kata yang telah didengarkan.

Garpu Tala

Yang terakhir adalah garpu tala.  Dokter menggunakan garpu tala dimana frekuensinya 256 sampai 512 Hz. Frekuensi ini digunakan untuk mengetahui respons pasien terhadap suara maupun getaran yang ada di telinga.

Baca Juga :  Mengenal Komplikasi Kernikterus

Caranya garpu tala akan dibenturkan kemudian diletakkan di telinga pasien. Dokter akan bertanya apakah suara itu terdengar jelas di kedua telinga atau hanya bisa terdengar di satu telinga saja. Pasien juga harus memberi tanda jika ia tidak mendengarkan apapun.

Gangguan pendengaran tidak boleh diabaikan. Anda harus segera mengatasinya sedini dan secepat mungkin agar gangguan tersebut tidak bertambah parah. Anda bisa mendapatkan layanan berhubungan dengan kemampuan pendengaran di AQM Hearing Center. Klinik satu ini menyediakan layanan terkait gangguan pendengaran dan alat bantu dengar. AQM Hearing Center mampu melakukan prosedur tes pendengaran secara profesional, konsultasikan pendengaran Anda di AQM Hearing Center sekarang juga dan dapatkan solusi terbaik untuk masalah pendengaran Anda.